Home BERITA TERBARU KEPALA BKD BEKASI LAKUKAN ‘PUNGLI’ UNTUK MUTASI DAN PROMOSI JABATAN

KEPALA BKD BEKASI LAKUKAN ‘PUNGLI’ UNTUK MUTASI DAN PROMOSI JABATAN

501
0

BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Jabatan merupakan suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang pegawai dalam rangka suatu satuan kerja yang merupakan amanah yang harus diemban. Namun bagaimana jadinya jika amanah yang diberikan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi bahkan demi mendapatkan keuntungan secara finansial.

Ironis memang, hal ini telah terjadi seperti apa yang dilakukan oleh oknum Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi, (ES) yang diduga merupakan pelanggaran serius terkait sumpah jabatan, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (UU Tipikor) dan tindakannya sangat mencoreng instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi

Berdasarkan data yang bersumber dari ASN Pemkab Bekasi dan dihimpun mediatransparancy.com, ES diduga kuat telah melakukan tindak pidana gratifikasi terkait promosi jabatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Bekasi untuk menduduki posisi suatu kedudukan jabatan struktural.

Berdasarkan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan tersebut telah didapat informasi bahwa tindakan yang dilakukan oknum Kepala BKD ini, sudah parah. “Dengan berani melakukan tindak pidana gratifikasi untuk memperkaya diri sendiri terkait ‘pungli’ biaya promosi pengangkatan pegawai dari esselon III B untuk naik ke esselon III A dengan harga cukup fantastis, yakni sebesar Rp 400 juta hingga Rp 0,5 miliar,” ujarnya.

Ia juga memaparkan kepada mediatransparancy.com bahwa untuk jabatan tingkat paling rendah esselon IV A untuk naik ke esselon III B pun dimintai uang senilai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta.

“Seperti yang telah dialami oleh salah satu Kepala Seksi (RB), dia sudah menyerahkan uang Rp 250 juta, kurang Rp 50 juta lagi. Waktu itu dipaksa dia, (dikatakan) supaya melunasi, dia ‘ngak mau karena pingin bukti dulu (ada pegawai yang diangkat-red),” tegasnya.

“Penyerahan uangnya pun, sempat dilakukan di Hotel Sahid, Lippo Cikarang dan didalam mobil dinas kepala BKD saat parkir didepan pintu lobby kantor Bupati Bekasi,” ujarnya kepada mediatransparancy.com, Senin (18/12/2017) siang.

Dan yang parahnya lagi, lanjutnya bahwa ES hanya ‘mungutin’  (meminta uang) kepada para PNS yang tergiur dan diduga sudah mencapai miliaran rupiah hitungannya. “Namun ES tidak memperjuangkan (PNS yang telah keluar uang) untuk naik jabatan tanpa ada realisasinya. Jadi hal ini cuma PHP (Pemberi Harapan Palsu),” ungkapnya.

Ada juga pola untuk mutasi jabatan yang digunakan ES, dengan istilah ‘Ngencengin Baut’ supaya tidak digeser dari Posisinya. “Mau tetep disitu atau digeser nich, (namanya ngencengin Baut), wani piro?,” pungkasnya.

Sementara itu, oknum Kepala BKD Kabupaten Bekasi tersebut saat ingin di konfirmasi dikantornya, melalui staf front office hanya mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang Rapat. Ketika ditanya awak media melalui sambungan telepon pun, ES tidak merespon untuk memberikan klarifikasinya. (red).

 

Reporter : Ach Zark

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here