Home NASIONAL Kepala BPN Jakarta Utara Main Mata Dengan Pengembang Keluarkan HGB

Kepala BPN Jakarta Utara Main Mata Dengan Pengembang Keluarkan HGB

524
0
Walaupun warga ruko metro kencana menolak pembangunan fasum/fasos sudin P2B Jakarta Utara tetap saja tutup mata

Jakarta, Mediatransparancy.com – Alas hak tanah yang menerangkan (menyatakan) kepemilikan sebidang tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan fakta hukum, produk hukum dan bukti kuat bagi pemilik tanah atas tanah tersebut, sehingga penerbitan sebuah surat Sertifikat Hak Milik (SHM), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU) menjadi dasar bagi pengembang untuk mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), “kolaborasi jahat” diduga dilakukan antara Monggur Siahaan (Kasudin Penataan Kota Jakarta Utara) dengan Admiral Faizal (Kepala BPN Jakarta Utara) yang sama-sama mengeluarkan ijin untuk memuluskan pembangunan ruko 4 lantai di Komplek Ruko Metro Kencana blok Q21A di Jl. Sunter Metro Kencana 7 Jakarta Utara.

Tampak bangunan ditutupi dengan terapal agar tidak terlihat oleh masyarakat, selain bagunan ini melanggar aturan yang ada pengembang juga diduga menggunakan air tanah (sumur bor)
Tampak bangunan ditutupi dengan terapal agar tidak terlihat oleh masyarakat, selain bagunan ini melanggar aturan yang ada pengembang juga diduga menggunakan air tanah (sumur bor)

pemakaian air tanah

“jika benar BPN mengeluarkan HGB atas tanah fasum di Komplek Metro Kencana, ini harus ditinjau ulang dan patut diduga ada main mata atau kongkalikong antara BPN dengan Pengembang (PT. Metro Supermarket Reality), BPN Provinsi DKI Jakarta (Kanwil) harus segera memanggil Admiral untuk dimintai keterangannya terkait penerbitan HGB atas nama Supnadi Surjadi yang sarat dengan permainan tersebut,” tegas Ketua PWRI Jakarta Utara David di Kantornya Rabu (23/12).

David menambahkan,”hasil pantauan PWRI Selasa (22/12), seluruh lahan Fasum untuk ruang terbuka yang sudah dijual pengembang kepada pembeli yang kini menjadi penghuni ruko-ruko tersebut sedang dibangun ruko – ruko baru, sehingga para penghuni kehilangan ruang terbuka untuk buang sampah sementara atau taman, jelas pengembang telah berkolaborasi dengan BPN yang menerbitkan HGB dan digunakan pengembang mengurus IMB untuk “merampok” tanah warga ruko yang notabene telah menjadi hak warga (penghuni), dalam perjanjian jual beli, pengembang menjual ruko-ruko include dengan fasilitas yang ada berupa tanah untuk fasum, jadi mutlak tanah yang saat ini sedang dibangun ruko 4 lantai itu adalah milik penghuni ruko,” ungkapnya Rabu (23/12) dikantornya.

IMB dipasang dibelakang bangunan agar tidak dapat dilihat oleh orang lain
IMB dipasang dibelakang bangunan agar tidak dapat dilihat oleh orang lain

Wakil Ketua Badan Peneliti Independen DKI Jakarta Rukmana S.Pd,I dikantornya Jl. Kesehatan Jakarta Pusat Rabu (23/12) mengatakan,” Ironis, BPN yang operasional dan gaji pegawainya dibiayai uang rakyat, kini merampok tanah rakyat demi kepentingan pengusaha jahat, jika benar BPN mengeluarkan HGB,Kepala BPN layak dipecat, tak hanya BPN, Monggur Siahaan juga harus bertanggung jawab atas dikeluarkannya IMB atas tanah fasum yang berdasarkan blok plan yang telah disesuaikan dengan tata ruang, dalam blok plan yang ditanda tangani oleh pengembang dan pembeli dan dinotariskan, tanah tersebut diperuntukan untuk ruang terbuka, Monggur telah melanggar Undang – Undang RI no: 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, yang menjadi dasar dikeluarkannya IMB, apa bisa IMB keluar jika tidak sesuai dengan tata ruang?,” tanyanya.

Alek salah seorang warga ruko trsebut berjanji akan menggugat HGB ke PTUN, karena menurutnya, HGB tersebut diterbitkan untuk mengakui tanah yang sebenarnya milik warga, ini tidak boleh dibiarkan, saya bersama warga lainnya akan menggugat atas hak kami tersebut,” tegas Alek geram.(Team/pwri jakut).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here