Home NASIONAL Kepsek dan Guru SMKN 12 Plesiran Ke Lombok

Kepsek dan Guru SMKN 12 Plesiran Ke Lombok

511
0
Foto : SMKN 12 Jakarta Utara .

Jakarta, Mediatransparancy.com – Banyak kejanggalan dalam dunia pendidikan di DKI Jakarta para murid yang semakin nilainya merosot dikarenakan para pengajarnya yang dianggap telah banyak santai-santai yang dipikirkan hanya wisata dan hambur-hambur dana sekolah saja.

Seperti halnya SMKN 12 Jakarta Utara dimana Kepala Sekolah beserta para guru-gurunya melakukan plesiran ke Lombok yang berdalih mengadakan studi banding dengan SMK 2 Mataram.

Dalam pengakuan Taufik selaku Kepsek SMKN 12 Jakarta Utara kepada Kasudin Pendidikan wilayah 1 Jakarta Utara Mustafa Kemal bahwa pada tanggal 14-15 Mei lalu telah melakukan plesiran ke Lombok dengan maksud “Menambah Wawasan dan Audience ke SMK 2 Mataram”.

Kepala Sekolah Taufik juga mengatakan bahwa dalam pemberangkatan ke Lombok para guru di kenakan biaya 3 juta dan di pihak sekolah hanya memberikan Rp.500.000 saja diambil dari SHU Koperasi sekolah.

Kemudian menurut salah satu guru SL yang enggan di sebutkan namanya itu mengatakan kepada mediatransparancy.com bahwa “mana mungkin tiap guru di kenakan biaya 3 juta, lebih baik untuk keluarga dong mas dari pada untuk jalan-jalan”.smk 2 Mataram

“Kalau pak Taaufik mengatakan hal tersebut itu salah, yang namanya audience ke SMK 2 Mataram itu setahu saya masih sangkut pautnya dengan pekerjaan dan seharusnya Dialah yang biayai dari sekolah masa para guru di pungut 3 juta”, ujarnya sambil tersenyum.

Menurut keterangan salah satu praktisi pendidikan DKI Jakarta Cahyo Utomo di saat di komfirmasi Mediatransparancy.com mengatakan “apa yang dikatakan SL itu bis di benarkan, apabila Audience itu masih masuk dalam aturan kerja dan seharunya biaya di tanggung pihak sekolah bukan pribadi”.

“Ini ada kejanggalan dalam alibi seorang Taufik salaku Kepsek SMKN 12 kepada Kasudin Mustafa Kemal, masa audience seorang guru saja wajib di Lombok kenapa tidak di Jakarta?”, ujarnya Cahyo kepada Mediatransparancy.com.

Setelah menerima tanggapan dari praktisi pendidikan hingga saat ini Mustafa Kemal disaat di SMS terkait adanya kejanggalan dalam alibi seorang Kepsek SMKN 12 hingga saat ini tidak dapat menjawab.

Penulis : Aloysius Tedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here