Home Berita Terbaru KERUGIAN MEMBER ARISOL “MAMA YONA” DI FAKTA PERSIDANGAN HANYA RP 750 JUTA?

KERUGIAN MEMBER ARISOL “MAMA YONA” DI FAKTA PERSIDANGAN HANYA RP 750 JUTA?

216
0

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Ada hal menarik yang terkuak dalam sidang kasus perkara arisan online (Arisol) “Mama Yona”. Dalam fakta persidangan terungkap bahwa korban adalah sebanyak 22 member/orang dengan nilai kerugian ditaksir hanya senilai Rp 750 juta dan kerugian tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) para korban.

Hal ini diungkapkan Berliando Yulihardis Situmorang, SH dari kantor pengacara BYS & Partners selaku Kuasa Hukum dari terdakwa, Desy Chrisna Yulyani Sitanggang ‘owner’ Arisol “Mama Yona”, dikantornya gedung Graha SIR (Standar Indonesian Rubber), jalan Raya Kalimalang Nomor 1-A, Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur pada, Jum’at (28/9/2018) petang.

Dalam pemaparannya kepada para awak media cetak maupun elektronik Berliando, bahwa setelah mengikuti persidangan sebanyak 5 kali yang mana sidang pertama pembacaan dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan tanpa dihadiri oleh para korban dan kuasa hukumnya, dan keterangan saksi Korban, dan keterangan saksi marketing jual beli rumah dan mobil Honda di dalam persidangan.

“Setelah melihat dan fakta hukum dipersidangan, di mana saat mendengarkan keterangan para saksi (mulai dari persidangan kedua, ketiga dan keempat) sangat banyak keterangan saksi yang berbeIit-belit dan tidak jelas,” tuturnya.

Masih kata Berliando, bahwa ketika Ketua Majelis Hakim, Oloan Silalahi, SH, MH bertanya kepada salah satu saksi korban berapa besar nominal kerugiannya, dan korban mengatakan berdasarkan BAP sebesar Rp 52,8 juta sementara data di JPU (Jaksa Penuntut Umum) sendiri hanya sebesar Rp 43,1 juta, hal ini sangat jauh berbanding terbalik kerugian nominalnya.

“Dari keterangan ini saja bisa kita katakan saksi keliru dalam memberikan keterangannya, jumlah uangkan sudah jelas, ada angkanya, dimana para saksi korban kebanyakan tidak mengetahui persis berapa jumlah pasti kerugian realnya/secara perorangan,” ulasnya.

Dan beberapa saksi selalu memberi keterangan berdasarkan atau berpatokan dengan BAP, yang dimana Ketua Majelis Hakim selalu menekankan agar mengatakan yang sejujurnya dan sesuai dengan apa yang di alami saksi korban.

“Jadi terasa sangat janggal saja, yang dimana keterangan saksi korban dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kepolisian dan Kejaksaan sangat berbeda sekali, tidak singkron,” ungkap Berliando.

Kemudian Berliando juga menjelaskan terkait insiden kejadian pada, Selasa 24 September 2018 yang di mana setelah selesai sidang ke 5 tersebut ditutup oleh Ketua Majelis Hakim, Oloan Silalahi, SH, MH di mana ibu-ibu selaku korban arisan online (Arisol) “Mama Yona” sempat membuat gaduh di dalam gedung Pengadilan Negeri Bekasi. Diduga terprovokasi membuat kericuhan dan keributan di Pengadilan Negeri Bekasi.

“Dimana suami dari terdakwa hanya menepis handphone salah seorang yang ada di ruang sidang, karena sebelumnya sudah di ingatkan agar tidak mengambil gambar atau foto, akan tetapi masih saja dilakukannya sehingga suami dari terdakwa melakukan tindakan itu,” ujar Berliando menjelaskan.

Dan akhirnya Kuasa Hukum Korban, DR. Syafrudin, SH, MH meminta kepada Berliando Yulihardis Situmorang, SH selaku Kuasa Hukum dari Terdakwa Desy dan Keluarga Terdakwa untuk memediasikan (perdamaian) atas akibat terjadinya kericuhan yang terjadi setelah ditutupnya persidangan ke 5, Arisol (Arisan Online) “Mama Yona” tersebut.

Berliando Yulihardis Situmorang, SH (tengah) didampingi Asst. Sumirna Lusiana Zega, SH (kiri) dan rekannya dari kantor pengacara BYS & Partners selaku Kuasa Hukum dari terdakwa, Desy Chrisna Yulyani Sitanggang ‘owner’ Arisol “Mama Yona”, saat memberikan keterangan pers dikantornya gedung Graha SIR (Standar Indonesian Rubber), jalan Raya Kalimalang Nomor 1-A, Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur, Jum’at (28/9).dok-istimewa

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Sumirna Lusiana Zega, SH yang mengatakan bahwa para saksi korban tidak memahami mekanisme dan tata laksana arisan online itu sendiri. “Jangan cuma hanya (diduga) mengejar keuntungan semata, maka saya mengimbau jadilah penguna medsos yang bijak,” ujarnya.

“Lebih cerdas lagi dalam menggunakan teknologi informasi, jangan mudah terpancing (tergiur) dengan investasi keuntungan 50 persen, ya logika aja. Jangan cepat menangapi serius hal (tawaran) seperti itu,” imbau Lusiana Zega.(red)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Poetra T/Hisar S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here