banner 728x250

Ketika Budaya Bohong Dipelihara

  • Share
Foto: Hatoguan Sitanggang, pengamat pinggiran

Kata Terstruktur, Sistimatis dan Masif, ini Diucapkan ,Ketika Fakta Rakyat Tidak Menginginkan Lagi Pemimpin “, “Yang Katanya”, Terbukti Dan Teruji.

Yang membuat hati miris muncul cerita investigasi bertambah lengkaplah kekonyolan dan ketololan serta kebodohan yang kita pertontonkan kepada rakyat jelata saat ini,”Munafik yang terucap, ketika tak terima kekalahan.”

judul gambar

Jikalau kita mau nunut dari Tahun 2015 lalu budaya inilah yang sudah kamu tanamkan dihati rakyat, ibarat kata pepatah, ” itu yang kamu tanam barang pasti itu juga yang kamu tuai” bukan?. Sebelum terlambat mari legowo saja ya mas bro, kadang malas menghadapi tolak-lupa”.

Disini sejak awal saya sudah cium aroma sifat arogansi dan gaya otoritermu manusia haus kekuasaan.

Banyak mata melihat ini dan merasakannya, akan tetapi tak seorangpun mampu melawan hanya diam seribu bahasa, dibalik itu hanya Doa′lah yang mereka panjatkan, namun saat ini mungkin Tuhan sudah menjawab Doa mereka.

Bila boleh aku jujur melihat gayamu selama ini atas kekuasaanmu yang kamu miliki (ABS) Asal Bapak Senang, dalam hati berkata, “Tuhan tunjukkanlah pemimpin yang baik untuk kami”.

Ini sebuah contoh kecil masih ingat kah anda Pajak SRO, saban hari saya melihat dan semua orang melihat, kau Pajangkan mobil kekuasanmu hingga menutup jalan masuk.

Saya melihat semua, mereka hanya orang kecil sekedar mencari sesuap nasi untuk anak-anak mereka, yang hanya menjual sayur mayur dan kebutuhan lainya yang datang dari perkampungan terdekat.

Disini “Apakah mereka tidak boleh hidup atau cuman aturanmu yang berlaku, biar diagungkan, orang yang teruji”.

Kadang hati tersayat dan miris, tidak bisa berbuat apa-apa melihat itu semua, sehingga hati saya bergerak untuk mencari keadilan dan bawa mereka ke gedung dewan yang terhormat, hasil keputusan bapak rakyatpun masih pro rakyat saat itu, hal itupun sepertinya kurang kamu hargai !.

Disini saya mau beri pesan moral berhentilah berbuat yang tidak tidak, tatap kedepan semoga hari esok lebih baik lagi, karena semua kekuasaan didunia ini hanya semu tidak ada yang abadi, hanya Ilahi yang sempurna.

Semoga generasi kita kedepan mendapat yang terbaik seperti halnya sudah kamu nikmati saat ini, saloom semoga anda sadar dan memahami semua, salam damai Samosirku. Horas..Horas.. Horas

Catatan:Hatoguan Sitanggang(Pengamat Pinggiran)
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *