Home Berita Terbaru Ketua DPC Organda Kota Bekasi Terpilih : Naikan Aja Berita Apa, Naikan....

Ketua DPC Organda Kota Bekasi Terpilih : Naikan Aja Berita Apa, Naikan. Tapi kalau ngak bener saya Tuntut

206
0

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Silahkan aja bang. Bang saya mohon ama abang ya, saya mohon sama abang naikan saja. Naikan aja berita apa, naikan tapi kalau ngak Bener saya tuntut, saya menghargai selagi orang menghargai.

Hal ini dikatakan Ahmad Juaini, selaku Ketua DPC Organda Kota Bekasi terpilih hasil Muscab IV saat ditanya awak media yang juga praktisi hukum, A. Dailangi melalui sambungan telepon pada, Minggu (10/2/2019) siang.

Sebelumnya, Ahmad Juaini telah berjanji meluangkan waktu akan menemui wartawan yang ingin mewawancarainya, namun hanya sekedar janji belaka. Ironisnya, ketika dihubungi via telepon genggamya justru malah emosi seperti preman pasar.

“Jadi (jangan)- silahkan, silahkan muat aja apa, apa yang mau dimuat. Muat aja, silahkan aja, saya baik, baik, saya menghargai selagi orang menghargai saya. Kalau orang ngak menghargai saya, saya siap kok,” tegasnya.

“Jabatan bagi saya itu hanya titipan dari Allah, hari ini ngak jabatan, ngak papa. Saya juga orang lapangan bang,” ujarnya.

Hal ini adalah merupakan buntut dari terus bergulirnya akibat kekisruhan yang terjadi usai Musyawarah Cabang (Muscab) IV Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kota Bekasi yang digelar pada hari Rabu 30 Januari 2019 dalam rangka pemilihan Ketua DPC Organda Kota Bekasi masa jabatan 2018 – 2023, di kantor DPC Organda Kota Bekasi, Jalan Baru Underpass, Bekasi Jaya Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawa Barat.

Seperti diketahui, muscab IV ditenggarai adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oknum DPC Organda Kota Bekasi secara sistematis dan menyalahi aturan, dalam prosedur musyawarah cabang saat proses pemilihan ketua DPC Organda Kota Bekasi.

Oleh sebab itu, selain dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ina Sartika Sinulingga salah satu kandidat ketua, beberapa pengurus DPC sebelumnya juga secara resmi telah melaporkan Sekretaris DPC Organda, Aritha Tarigan yang sering disapa Ari Castro, ke Polres Bekasi Metro Kota serta DPD Organda Jabar di Kota Bandung agar hasil muscab di batalkan karena cacat hukum dan diduga ada pelanggaran administrasi.

Sekretaris DPC Organda Versi 10 Oktober 2018, Sahala Tobing sebelumnya juga saat dihubungi via telepon tentang apakah ada peraturan dalam AD/ART yang dilanggar ia mengatakan bahwa panitia bertanggung jawab terkait hal ini.

“Kalau itu jelaslah, iya kan. Kalau persyaratan itu (menjadi ketua-red) memenuhi atau tidak, disitulah misalnya peran panitia benar apa tidak, iya kan. Jadi siapakah panitia yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan, pelaksanaannya, mulai dari pencalonan dari diterimanya bakal calon (balon) hingga jadi calon kemudian digelarnya muscab,” kata Sahala Tobing.

Siapa yang paling berperan disitu, lanjut Sahala, mestinya kan panitia. “Pertanyaannya siapa panitianya, disini sebetulnya yang tidak nyambung. Siapa yang menerima pendaftaran itu, siapa yang menyeleksi, itu kan ngak ada. Bayangkan mau muscab, yang disebut oleh orang itu keputusan tertinggi, bagaimana penyeleksiannya siapa yang melakukan itu. Semua asal dilakukan tidak ada seleksi yang benar sesuai dengan aturan persyaratan yang ditetapkan panitia,” tuturnya.

“Disuarakan lebih lantang, kan ini Aritha panitia sampai beliau diadukan, ke Polres diadukan, ke Polda diadukan, iya kan. Beberapa media menyuarakan, digugat secara perdata, kan semua udah berjalan,” ungkap penggiat Organda tersebut.

Masih kata Sahala, DPD itukan membawakan suara otoritas, memberikan contoh tauladan yang baik bagi cabang, kan begitu. Disuarakan, ditanggapinya. Sahala juga menjelaskan adanya oknum DPD yang men-design, diduga oknum pimpinan sidang.

“Bayangkan saya panitia aja ngak tau dia siapa. Panitia itu kan bekerja mestinya, panitia itu kaya disirep, didukunin iya kan, sehingga tidak ada yang bisa bersuara. Logika ngak, nalar ngak, bahwa panitia ngak bisa bicara. Ada orang didalam suasana muscab itu tidak bisa bicara,” ulasnya lagi.

“Jadi ketika (ada) kepentingan yang tidak benar, sekarang tinggal keseriusan media aja. Mau mencatat ini dengan benar, iya kan. Ya kalau medianya benar, ya dicatat semuanya dong,” tandasnya.

Hingga berita ditayangkan, Aritha Tarigan alias Ari Castro selaku jabatannya sebagai sekretaris DPC Organda Kota Bekasi sulit dimintai keterangan, telepon selulernya sudah tidak dapat dihubungi.[]red

Reporter : Ach Zark
Editor   : Hisar S
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here