Home BERITA TERBARU Ketua Mahkamah Agung Diminta Pecat Hakim Tugiyanto Karena Menyidangkan Terdakwa Yang Sakit

Ketua Mahkamah Agung Diminta Pecat Hakim Tugiyanto Karena Menyidangkan Terdakwa Yang Sakit

174
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) DR Syarifuddin,SH MH, diminta supaya memecat dan menonaktifkan palu hakim Tugiyanto dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pasalnya, Tugiyanto selaku pimpinan majelis hakim perkara perjudian 95 terdakwa dinilai tidak melaksanakan tahapan dalam menyidangkan suatu perkara sehingga, diduga melanggar undang undang. Sebahagian terdakwa wanita yang disidangkan berada di Rutan Pondok Bambu dan menurut informasinya terdakwa mengalami sakit dan dirujuk rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kendati pihak Rutan Pondok Bambu sebelumnya telah menerbitkan surat peniadaan sidang akibat tahanan terpapar Corona Virus  (Covid-19). Sementara jaksa sebelum sidang sudah memberitahukan kepada majelis hakim ada terdakwa yang akan dituntut sedang di rawat di Rumah Sakit Polri. Namun, majelis hakim tetap melaksanakan sidang teleconference konek ke Rutan Pondok Bambu dan LP Cipinang. Pada hal beberapa terdakwa dalam kasus perjudian itu berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, sedang dirawat.

Dalam persidangan tersebut terdakwa tidak ditanya majelis hakim apakah dalam keadaan sehat atau sakit. Boro Boro hakim menanyakan hal itu, terdakwa pun tidak mengetahui dirinya disidangkan, kata sumber yang tidak ingin disebut jati dirinya itu.

Majelis hakim dalam persidangan agenda pembacaan tuntutan jaksa, 14/05/20, itu saat membuka persidangan tidak menanyakan kepada para terdakwa apakah keadaan sehat atau tidak. Setelah palu hakim membuka persidangan, langsung memberikan waktu kepada jaksa Fedrik Adhar dan Jaksa Doni untuk membacakan tuntutannya. “Silahkan pa Jaksa bacakan tuntutannya”, kata majelis.

Menyikapi persidangan yang dinilai melanggar hukum tersebut, Jamaluddin Sam SH, pemerhati penegakan hukum Indonesia mengatakan, “pimpinan majelis yang menyidangkan perkara tersebut ditengarai telah mencederai professionalisme seorang hakim. Dinana langkah pertama seorang hakim saat membuka persidangan harus menanyakan kepada terdakwa apakah dalam keadaan sehat atau sakit.

Jika seorang terdakwa sudah diketahui dalam keadaan sakit maka persidangan akan ditunda. Apalagi dalam persidangan kasus perjudian itu sudah ada surat dari Karutan Pondok Bambu untuk peniadaan sidang karena sejumlah tahanan wanita mengalami Covid-19.
Jaksa penunut Doni Panjaitan pun sudah memberitahukan bahwa terdakwa sedang sakit dirawat di Rumah sakit Polri, namun majelis tidak mengindahkan nya dan mempersilahkan jaksa membacakan tuntutannya.

Menurut Jamaluddin, Hakim Tugiyanto layak di “pecat” setidaknya diberikan sanksi tidak lagi diberikan hak memegang palu hakim. “Setiap ketua majelis hakim yang akan membuka persidangan harus melaksanakan tugasnya sesuai undang undang. Sehingga hakim Tugiyanto dinilai sengaja telah melanggar Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang tata cara persidangan untuk umum serta melanggar kude Etik hakim dan juga melanggar undang undang tentang kewenangan Hakim. Dalam hal ini, “Hakim yang bersangkutan telah melaksanakan kewenangannya sendiri, bukan kewenangan un dang undang”, katanya.

Menyikapi tudingan pelanggaran hukum yang dilakukan majelis hakim pimpinan Tugiyanto, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Tumpanuli Marbun, SH.MH mengatakan, jika terdakwa tidak hadir karena pemeriksaan berkas perkaranya sudah selesai dalam hal ini sudah tahap pembacaan tuntutan tidak masalah. Terdakwa berada di Rumah Sakit atau tidak hadir dalam sidang dapat dibenarkan Undang Undang Kewenangan Hakim. Akan tetapi terkait status penahanannya karena dirumah sakit dibantarkan atau ditangguhkan saya tidak tau”, ujarnya.

Humas tidak menjelaskan apakah seorang pimpinan majelis hakim salah atau tidak jika tidak menanyakan terdakwa apakah dalam keadaan sakit atau tidak dan sidang tetap dilanjutkan. Sejumlah kalangan menilai sesama hakim pasti saling melindungi, ucapnya.

(P.Sianturi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here