banner 728x250

Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri:Gugatan Wanprestasi Arwan Koty Akan Diputus Sesuai Fakta Persidangan

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.com  –Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pimpinan Fahzal Hendri yang memeriksa dan mengadili perkara gugatan wanprestasi nomor 181/Pdt.G/2020, atas nama Arwan Koty (penggugat) versus PT.Indotruck Utama (tergugat), akan memutuskan perkara tersebut sesuai fakta persidangan.

Fahzal Hendri, menyampaikan hal itu  saat diminta tanggapannya terkait akan dibacakannya putusan perkara gugatan ingkar janji atau kesepakatan jual beli alat berat 1 unit Excavator, yang diagendakan putusannya dibacakan pekan depan.
“Nanti lihat aja, kita akan putus perkara tersebut sesuai faktanya persidangan”, kata Fahzal pada wartawan, 21/01/2021.

judul gambar

Menyikapi pernyataan majelis hakim,  penggugat melalui kuasa hukumnya Aidi Johan SH, menyampaikan dukungannya  terhadap majelis hakim yang akan memutuskan perkara wanprestasi Arwan Koty dengan fakta persidangan. Sebagai penggugat pencari keadilan sangat berharap agar majelis hakim membuktikan putusannya sesuai fakta dan alat bukti yang terungkap dalam persidangan.

Penggugat berharap, putusan hakim tidak ada yang direkayasa dan harus sesuai fakta hukum. Bukti bukti yang diajukan penggugat dan tergugat supaya tidak diputar balikkan oleh pertimbangan majelis hakim. Tapi, “Bukan saja hanya berdasarkan fakta persidangan tapi putusan yang berdasarkan Hati Nurani”, ujar Aidi Johan, 23/1/2021.

Menurutnya, Aidi Johan, sebagaimana gugatan penggugat yang telah disampaikan ke majelis hakim, bahwa perkara Arwan Koty, terjadi saat membeli alat berat Excavator pada 27 juli 2017. Karena barangnya mahal, Arwan Koty melakukan perjanjian jual beli dengan PT. Indotruck Utama selaku penjual. Dalam perjanjian tersebut telah diatur pasal demi pasal hingga pembayaran harus dilunasi pembeli.

Semuanya di tuangkan dalam surat perjanjian jual beli nomor 157/PJB/ ITU/JKT/ITU/2017 tanggal 27 juli 2017.Antara pembeli dan penjual sepakat harga 1 unit Excavator Rp 1.265.000.000., PT.Indotruck Utama (penjual) wajib menyerahkan Excavator Volvo EC 210D kepada pembeli selambat lambatnya satu minggu setelah pembayaran lunas.

sidang perkara wanprestasi terhadap PT.Indotruck Utama disidangkan di pengadilan negeri jakarta

Sebagaimana fakta hukum yang terjadi antara kedua belah pihak, setelah pembeli melunasi kewajibannya membayar lunas Excavator yang dibeli tersebut, pihak penjual tidak menepati surat perjanjian yang ditanda tangani.

PT. Indotruck Utama selaku penjual tidak menyerahkan Excavator yang dibayar lunas tersebut. Berita acara tanda terima penyerahan barang tidak dilaksanakan penjual hingga proses persidangan, sehingga jelas perbuatan ingkar perjanjian (wanprestasi) telah terjadi yang dilakukan pihak penjual.

Dalam perkara ini penggugat mengajukan permohonan sita jaminan terhadap kantor PT.Indotruck Utama, sebagai jaminan agar tergugat membayar kerugian penggugat. Juga kerugian dalam pokok perkaranya uang pembayaran lunas Excavator, serta kerugian materil dan imateril yang timbul akibat perbuatan tergugat agar di kabulkan majelis hakim.

“jika majelis hakim mengatakan akan memutus perkara tersebut berdasarkan fakta persidangan maka putuskanlah sesuai fakta persidangan”, katakan Aidi Johan.

Menyikapi rencana pembacaan putusan majelis hakim, hingga berita ini diturunkan pihak tergugat belum dapat diminta tanggapannya.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *