Home Berita Terbaru Ketua Umum Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) Hisar Sihotang : Wartawan Adalah Profesi...

Ketua Umum Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) Hisar Sihotang : Wartawan Adalah Profesi Yang Sangat Mulia

100
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Wartawan adalah orang bebas.
Wartawan bebas menulis tentang apa yang dilihat dan didengar berdasarkan hati nurani, kode etik jurnalistik dan UU No 40 tentang Pers.

Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, Pagi dia bisa ngobrol dengan abang-abang becak, Siang dia bisa santap siang bareng pejabat dan Sore dia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama. Malam dia juga bisa berada di Cafe, Diskotik atau Bar. “ujar Hisar Sihotang ketua umum Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA ).

Setiap hari dia menyapa publik dengan hasil informasi yang didapatnya, tak peduli informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci, demi memenuhi kewajibannya terhadap publik luas.

Wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar melalui proses Check And Re-check. Terkadang, meski berisiko nyawa yang bisa mengancam diri dan keluarganya pun tanpa dan tidak pernah digubris.

Wartawan sungguh profesi yang sangat mulia, dimana seorang Wartawan sangat berperan besar dalam seluruh aspek sendi kehidupan. Sejarah Mencatat, Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dikumandangkan ke Seantero Dunia melalui Media Massa oleh seorang Wartawan.

Al-quranul karim, Al-hadist pun hasil daripada kegigihan para “Wartawan” (Para Sahabat Nabi) dalam mencatatkan wahyu Illahi yang turun kepada para Nabi dan mencatatkan hadist yang disampaikan Rasulullah kepada Umatnya kala itu.

Begitu pentingnya peran seorang Wartawan dalam sendi-sendi kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi terhadap wartawan

Namun, mengapa kini Wartawan semakin dibungkam dengan pasal 310, 311, UU ITE, Surat Edaran Kapolri tentang Ujaran Kebencian dan seolah adanya Upaya Paksa guna mempidanakan seorang Wartawan, dengan cara-cara yang sangat bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Aturan KIP bahkan HAM???.

Wartawan tak perlu dibungkam.
Wartawan tak perlu dipidanakan.
Wartawan itu hanya butuh dibina dan diawasi dengan profesional dan menjadikan UU Pers sebagai satu-satunya alat mengontrol, mengawasi kebebasan Pers di Tanah Air ini.

Wartawan bukan untuk ditakuti. Sebab wartawan juga Ikut jadi penentu masa depan sebuah Bangsa, berikut kemajuan sebuah Negara serta Pertahanan Negara.

Jangan takut, alergi, risih dan sebagainya kepada Wartawan. Karena kami hanya mengemban tugas Social Control untuk Bangsa, Negara bahkan Dunia.”tutup Hisar.

(Nurhadi)
(dikutip dari beberapa narasumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here