banner 728x250

Keturunan Sagala Raja Bangun Tugu Alat Pemersatu Marga di Samosir

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Keturunan marga Sagala se-dunia melakukan acara peletakan batu pertama Pembangunan Tugu/Monumen Sagala Raja di Gindolok, Sagala, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara.

Dimana Acara ini yang diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Perwin Manullang S.Th yang bertema “Kerukunan Yang Sejati”. “Dengan peletakan batu pertama Monumen ini, Pomparan Sagala Raja dan Boru semakin hidup rukun”. Kamis, (4/03/21).

judul gambar
Ket Foto: Turut hadir saat peletakan batu pertama ini adalah; Jabiat Sagala, Vandico Gultom dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Samosir Raja Pantas Marroha Sinaga

Pembangunan Tugu/Monumen ini merupakan hal yang sudah lama dicita-citakan keturunan Marga Sagala diseluruh dunia, mengingat marga Sagala salah satu marga tertua di Suku Batak Toba khususnya dari Sianjur Mulamula yang diyakini asal muasal orang Batak.

Salah Satu Raja Bius Marga sagala, Halomoan Sagala mengatakan dengan berdirinya tugu ini, menunjukkan persatuan dan kesatuan marga Sagala dimanapun berada serta ingat kampung halaman.

“Setelah peletakan batu pertama ini, keturunan Sagala Raja makin kompak dan ingat pulang kampung,” ujar Halomoan. Dirinya juga berharap tugu yang akan dibangun ini juga menjadi ikon pariwisata di Samosir dan Sianjur Mulamula secara khusus.

“Letak yang strategis ini, bisa menjadi ikon wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Punguan Sagala Raja Se-Indonesia Reinhard Sagala mengatakan dengan dibangunnya tugu ini bisa menjadi daya tarik untuk kawula muda mengingat kampung halamannya.

“Kalau tugu ini sudah jadi, menjadi daya tarik terasendiri bagi para keturunan marga Sagala yang diperantauan untuk pulang kampung,” harap Reinhard.

Ditempat sama Anggota DPRD Samosir Jonni Sagala menambahkan bahwa acara ini merupakan hal yang sudah lama kita gagasi, baik perantau maupun yang tinggal di Bonapasogit, mudah-mudahan dengan ada monumen ini bisa jadi alat pemersatu dan anak rantau dapat kembali mengingat kampung halaman, ujar Jonni mengakhiri.

(Hatoguan Sitanggang)
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *