Home DAERAH KLATEN DAERAH TERBAIK DALAM MEMFASILITASI KAUM DISFABLITAS

KLATEN DAERAH TERBAIK DALAM MEMFASILITASI KAUM DISFABLITAS

341
0
Foto : Kepala Bidang Sosial Dinsos Nakertrans Klaten, Dewi.

Klaten, Mediatransparancy.com – Rabu (28/09) lalu di ruang pertemuan Drupadi Rumah Makan Merapi Resto Klaten diselenggarakan Diskusi Terbatas Menuju Kabupaten Klaten Inklusi. Kegiatan diprakarsai oleh Dinsos Nakertrans bekerjasama dengan Yayasan Sosial Karina Kas Indonesia Yogyakarta itu, diikuti pimpinan SKPD terkait, Palang Merah Indonesia dan lainnya.

Kepala Bidang Sosial Dinsos Nakertrans Klaten, Dewi mengatakan, Klaten merupakan daerah terbaik se Soloraya dan Grobogan dalam memfasilitasi kaum disabilitas setempat. Prestasi tersebut diraih karena daerah setempat secara administratif telah memiliki Peraturan Daerah 2 tahun 2011 tentang Kesetaraan, Kemandirian dan Kesejahteraan Difable dan Peraturan Bupati Nomor 22 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kesetaraan Kemandirian dan Kesejahteraan Difable, Disamping itu juga mempunyai Dewan pembina dan pengawas Kesetaraan Kemandirian dan Kesejahteraan Difable serta Peraturan Bupati Nomor 28 tanggal 15 September 2016 tentang Partisipasi Disabilitas Dalam Pembangunan di kabupaten Klaten.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, berdasarkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Klaten juga mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan difable yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Paguyuban Penyandang Cacat Klaten (PPCK) setempat. Serta mengalokasikan anggaran lain yang bersumber dari APBN untuk pemberdayaan penyandang disabilitas yang ada didaerah setempat. “Dengan payung hukum yang dimiliki dan penyediaan anggaran yang tersedia diharapkan harapan Kabupaten Klaten Inklusi segera dapat terwujud” tambahnya.

Foto : Manager Program  Yayasan Sosial Karina Kas Indonesia Yogyakarta, Pramono Murdoko .
Foto : Manager Program Yayasan Sosial Karina Kas Indonesia Yogyakarta, Pramono Murdoko .

Manager Program Yayasan Sosial Karina Kas Indonesia Yogyakarta, Pramono Murdoko mengatakan, program kepedulian terhadap warga inklusi dimulai sejak tahun 2006 setelah gempa bumi terjadi. Dilanjutkan dengan program rehabilitasi bersumberdayakan masyarakat (RBM) yang dilaksanakan di desa-desa wilayah kecamatan Karanganom. Program penguatan itu dilakukan dengan pembentukan tim RBM desa dan kecamatan, adanya Forum Kader Posyandu dan Sanggar Desa, Pembentukan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan Koperasi Difable serta mengadakan Musrenbangdes Tematik. “Ketersediaan anggaran di setiap desa diharapkan mampu mempercepat keberhasilan penanganan kaum disabilitas yang ada di daerah masing-masing” ujarnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, dokter Rony Rukminto mengatakan, penanganan kaum disabilitas tidak bisa ditangani oleh Dinsos Nekertrans saja, sehingga perlu dukungan instansi pemerintah dan swasta yang lain. Untuk itu setiap instansi diharapkan turut membuat grand design yang diarahkan untuk membantu penanganan kaum disabilitas.

Penulis : Chris Muryat/rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here