Home DAERAH KODAM II/SWJ SIAP HADAPI RADIKAL ISIS

KODAM II/SWJ SIAP HADAPI RADIKAL ISIS

218
0

Palembang-Mediatransparancy.com – Gerakan organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia yang
ramai dibicarakan dalam kurun waktu belakangan ini, memang  belum hadir
secara resmi dan masih berbentuk paham atau gerakan, seperti dugaan
melakukan perekrutan anggota dan ditemukannya sejumlah atribut ISIS di
beberapa daerah seperti bendera, poster dan buku-buku ISIS. Namun
kehadiran paham ISIS di Indonesia sejatinya tidak boleh dianggap remeh
dan harus diantisipasi sejak dini. Belakangan bahkan keberadaan ISIS
ditengarai memiliki hubungan dengan kelompok jaringan teroris Santoso di
Poso.

Sebagaimana yang diberitakan sejumlah media massa, bahwa berdasarkan
pemantauan aparat keamanan, wilayah Poso dijadikan sebagai arena
kaderisasi dan pelatihan bagi anggota ISIS. Puluhan warga asing dari
berbagai Negara juga diindikasikan sedang berada di Poso. Aparat
keamanan telah berhasil menangkap 4 dari 7 orang warga Tiongkok yang
diduga anggota ISIS berada di daerah Poso. Dari Poso inilah, pergerakan
ISIS diperkirakan menyebar ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti
Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Keberadaan dan pergerakan ISIS di tanah air tentu harus diwaspadai dan
diantisipasi. Aparat keamanan baik TNI maupun Polri harus bergerak cepat
dan tidak boleh tinggal diam. Sebagai upaya pencegahan, TNI akan segera
menggelar latihan militer skala besar di wilayah Poso, Sulawesi Tengah
untuk menghadapi gerakan ISIS dan kelompok teroris di wilayah tersebut.
Untuk mencegah berkembangnya paham ISIS di tanah air, seluruh jajaran
TNI termasuk di wilayah Kodam II/Swj juga terus meningkatkan
kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta melaksanakan langkah-langkah
antisipasi dengan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Polri dan
aparat terkait.
Kodam II/Swj telah siap mengantisipasi segala kemungkinan dan
berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga
kondisi keamanan di wilayah Sumbagsel secara maksimal, termasuk dari
ancaman ISIS dalam berbagai bentuknya. Kodam II/Swj juga siap untuk
membantu pihak kepolisian jika diminta untuk menangkap terduga anggota
ISIS.
Bentuk kesiapan Kodam II/Swj dalam mengantisipasi dan menanggulangi aksi
radikal ISIS, selain dengan melakukan  monitoring, cegah dini dan
deteksi dini, juga silakukan dengan meningkatkan kemampuan dan
keterampilan personel dan satuan dalam mengantisipasi  kemungkinan aksi
teror yang dilancarkan kelompok ISIS ataupun teroris.

Kodam II/Swj, khususnya Satgultor juga rutin menggelar latihan bersama
Polri dalam penanggulangan aksi terror. Perlu diketahui bahwa Kodam
II/Swj memiliki Satuan Raider yakni Yonif 200/Raider yang memiliki
kemampuan penanggulangan teror dan juga Tim Jihandak dari Yon Zipur 2/SG
yang setiap saat siap untuk digerakkan.

Namun satu hal yang harus dipahami bahwa dalam penanggulangan aksi
radikal seperti ISIS / terorisme, Kodam II/Swj tidak  bisa bertindak
secara sendiri.  Satuan jajaran Kodam II/Swj harus mampu bersinergi
dengan aparat keamanan lainnya (TNI, AU, TNI AL, Polri, BAIS dan BIN)
secara integral dan komprehensif  serta melibatkan segenap komponen
bangsa lainnya (masyarakat dan Pemda). Karena penanganan gerakan radikal
seperti ISIS dan teroris mutlak memerlukan keterpaduan dan keterlibatan
secara total dari seluruh elemen masyarakat, bukan berjalan
sendiri-sendiri. Dengan adanya dukungan, keterpaduan dan koordinasi
dalam mendeteksi gerakan ISIS ataupun berbagai ancaman teroris, tentu
akan mudah diatasi dengan cepat.

Kita tentunya berharap agar gerakan radikal ISIS ataupun aksi-aksi
terorisme  yang sangat merugikan masyarakat, bangsa dan negara, tidak
berkembang di Indonesia, termasuk di wilayah Sumbagsel.  Seluruh elemen
masyarakat diharapkan secara sadar berani melaporkan bila ada indikasi
keberadaan gerakan ISIS / kelompok teroris yang mungkin berada
dilingkungan tempat tinggalnya, dan bahkan harus berani untuk melawan
dan menangkapnya.

Seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di wilayah Sumbagsel harus steril
dari paham ISIS. ISIS tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan itu.(lia)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here