Home Berita Terbaru Komitmen Caleg Nasrani Berjuang Untuk Toleransi

Komitmen Caleg Nasrani Berjuang Untuk Toleransi

78
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Pengusaha dan aktivis di berbagai LSM, Bendum WIRA. Akitif dibeberapa organisasi Gereja, Bendum PGLII Pusat. Dan Yayasan kesehatan dll. Ketertarikan mauk menjadi caleg adalah karena keseharia menjadi aktivis dan pelayan di kesehatan, dimana banyak hal perlu dibenahi. Masuk ke dunia politik, untuk jaringan birokrasi, membantu dalam hal kesehatan, yang sangat diperlukan. Dalam aktivitas sosial dan pelayanannya, Harti banyak bersosialisasi dan turun ke tengah masyarakat hingga ke RT., untuk melihat kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu. Saat ini, banyak membantu masyarakat di bidang kesehatan, di areal manapun. Saya tidak banyak berjanji, tapi lebih banyak berbuat. Dan tidak memulai saat nanti terpilih, tapi sudah terpilih sekarang.

Toleransi, tidak hanya slogan. Toleransi harus ditunjukan dengan kepedulian secara nyata, bukan kata-kata. Kita harus menunjukan toleransi.

Prof. Laurensius Manulang – Partai Perindo
Toleransi hanya bisa berkembang dan keluar kalau bisa menerjemahkan cinta kasih Yesus Kristus. Yohanes 3:16, adalah bukti Cinta Kasih yang harus terhisab dalam Toleransi.

Dra Ivonny B Sumampouw – DPRD – Gerindra
Latarbelakang dari dunia Media, khususnya di Litbang. Pernah berpengalaman di Litbang PGI juga. Tertarik masuk partai nasionalis, saat melihat ketidakadilan di lapangan dalam dunia penelitian. Aktivis GMKI di mahasiswa. Walaupun kita sedikit, kita harus menjadi terang. Jangan selalu menjadikan kita dengan istilah minoritas. Penelitiannya dengan Litkom PGI, melihat ketidakadilan oleh kaum nasrani di Bekasi. Akhirnya maju berjuang untuk di Kota Bekasi. Untuk Bekasi, khusus untuk gereja GPIB, ada 14 gereja. Yang belum ada izin, ada 6 gereja. Saya mengambil DPRD tingkat 2, karena mau setia dalam perkara yang kecil.

Richard Najoan – DPRD Prop – Nasdem
Tertarik terjun di politik, padahal pernah antipati terhadap dunia politik. Taglinenya Milenial Pelayan Rakyat. Baginya tugasnya akan melayani masyarakat, bukan bos. Backgroundnya adalah aktivis, dengan keluarga yang tergolong menengah kebawah, namun berprestasi di sekolah. Masuk di Jakarta, terjun didunia politik, karena pernah mendampingi dan membela seorang anak yang terlibat kasus hukum (narkoba) dan terancam keluar dari pendidikan. Tertarik dengan sistem kenegaraan. | Prinsip dasarnya, Rindu, gereja punya sekolah politik, yang lahir tidak hanya dengan gagasan dan wawasan yang besar, namun juga spiritual yang tinggi. | tetaplah jadi apapun kita berprofesi, dan selalu membantu setiap masyarakat.

Hotner Tampubolon – PKPI
Pensiunan Pemda DKI Jakarta. Perkembangan Metropolitan, tidak sebanding dengan perkembangan kesejahteraan masyarakatnya. Catatannya adalah ketiadaan Guru Agama Kristen di SD-SD di Ibukota. Kerinduannya adalah pembenahan dalam regulasi dan pembenahan-pembenahan fundamental di Jakarta khususnya dalam bidang birokrasi.

Gersonius Saragih – PDIP
Misinya, rumah ibadah bebas IMB. Yang berdiri rumah ibadahnya, dibawah SKB 2 Menteri yang berdiri sebelum 2006. Saya membela gereja, sudah beberapakali. Ketua Persekutuan di Mahasiswa. Mantan Caleg DPR Ri dengan suara 60-70 ribu. Peran gereja sangat penting dan dominan, mempersiapkan calon pemimpin berkarakter kristus. Kerinduannya mengubah Transaksional Material menjadi transaksional Komitmen. | Kita masuk dalam konnstruksi politik praktis, jadi kalau ada pertentangan dan adu argumen, hal yang biasa saja.

Amistan Purba – Perindo
Ada semua di Makalah yang Pak Amistan buat.Pak Ps Herry Saragih (API)
Para Caleg masi belum greget. Harus bisa menyikapi keadaan bangsa ini secara kritis. Sekarang ini para caleg janjinya mantap. Melihat pengalaman, ada beberapa caleg yang setelah masuk parlemen, punya sikap yang kurang baik dalam berkomunikasi. Perlu dipersiapkan, apabila tidak terpilih, apa yang harus dilakukan? Persoalan bangsa ini sejauh mana para caleg berkomitmen didalam janji2nya. Tidak hanya hanyut dalam tugas dan tanggungjawab, tapi menyikapi kondisi bangsa ini.

Pak M Zega (MUKI)
1. Pengalamannya, semua caleg adalah sama
2. Jumlah Orang Kristen ada berapa, Jumlah Caleg Nasrani ada berapa?
3. Kalau tidak ada yang terpilih?
4. Teman media, mulai dipikirkan, jika caleg ini berhasil, bagaimana juga mereka berhasil menyuarakan suara gereja disana?
5. Pertemuan2 ini sudah banyak dilakukan, kendala kita adalah sosialisasi kita masih kecil. Pertemuan ke aras dan lembaga masih kecil.

Antonius Natan (Sekum PGLII jakarta)
Sangat mengapresiasi setiap caleg yang ada. Para Caleg selain diBapai oleh Partai, juga diBapai oleh Gereja. Karena kalau Cuma di Partai saja, hanya mendapat mandat perjuangan partai. Kalau diBapai oleh gereja, bisa mendapat mandat spiritual. Sesama Kristen sendiri sering berkelahi. Menjadi instrospeksi sendiri, bahwa masih ada yang menganggap yang satu lebih suci dari yang lain. Akar dari spiritualisme adalah jujur pada diri sendiri. Bukan caleg tidak boleh mencari uang, tapi carilah yang jujur. Komitmen hari ini haruslah dijaga, berdoalah, tetap beribadah, dan tetap lakukan yang terbaik untuk Tuhan.
Tetap saling menghormati walaupun tidak sepemahaman. Kita punya mandat kultural..

Tumbuh Tobing
Usul untuk para Caleg, bangun satu prinsip yang unik dari Indonesia, sehingga bahasa toleransi dan intoleransi jadi terbenam, menjadikan hal unik yang baru, menjadi hal yang utama untuk generasi penerus.

editor :Nurhadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here