Home BERITA TERBARU KOMUNITAS MUSLIM MATAHARI TERBIT MINTA TIDAK DICAMPURADUKKAN AGAMA DENGAN POLITIK

KOMUNITAS MUSLIM MATAHARI TERBIT MINTA TIDAK DICAMPURADUKKAN AGAMA DENGAN POLITIK

320
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan membacakan nota pembelaan (pledoi) pada sidang ke-20 kasus dugaan penistaan agama yang digelar di Gedung Kementerian Pertainan yang menjadi lokasi sidang Ahok, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017). Sejak pagi personel polisi sudah berjaga di sekitar lokasi Gedung Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pengamanan.

Pantauan media ini di depan Gedung Kementerian Pertainan yang menjadi lokasi sidang Ahok, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017) sejak pukul 06.00 WIB aparat Kepolisian yang dilengkapi dengan kendaraan taktis sudah siap siaga.

Sementara itu, para pendukung yang sudah hadir diluar persidangan mulai meneriakan yel yel dan orasi dukungan untuk Ahok, dan juga berbagai dukungan hadir, seperti dari KOMUNITAS MUSLIM MATAHARI TERBIT  (KMMT), Relawan BADJA, DAG, SOLMET,  dan Simpatisan.

Kepada mediatransparancy.com, Achar yang akrab dipanggil Bram mengatakan, bahwa ayat Almaidah 51 jangan dicampur-adukkan  dengan urusan politik, apalagi sampai menafsirkan bahkan mengkafirkan orang lain.

Dalam kasus ini, kata Achar, melihat bahwa Ahok tidak benar  menghina atau menyerang agama, tapi justru mengkritik orang yang memakai ayat agama, sebagai umat muslim, dirinya menolak pemanfaatan ayat Almaidah 51 sebagai alat politik.

“Saya yang pertama turun orasi 411 (4 November 2016-red), akan tetapi setelah 212, saya melihat ini di pelintir atau di goreng berbagai kelompok, dan oleh karena itu, sebagai warga Muslim Matahari Terbit, saya melihat sudah arah politik,” tegas Achar seraya menambahkan, sejak lahir sudah muslim.

Achar dengan berapi-api menyampaikan pesan jangan beragama dengan ego dan hanya kehendak sendiri, tapi, gunakanlah dengan baik Pancasila sebagai ideologi bangsa dan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

“Terus terang di daerah saya, satu ayah satu ibu ada dua agama yakni agama muslim dan agama katolik, tapi bisa saling menjaga kerukunan antar umat beragama. Kami tetap damai,” tegasnya seraya mengajak untuk menjaga kebersamaan dari Sabang sampai Mearuke, dari Sangir Talaud hingga NTT untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

David

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here