Home DAERAH Kualitas Proyek Mengecewakan Warga

Kualitas Proyek Mengecewakan Warga

194
0
Gbr: Proyek betonisasi yang baru dikerjakan tampak sudah rusak akibat kontraktor banyak makan semen

Kalsel, Mediatransparancy.com – Baru juga selesai dikerjakan, pembangunan betonisasi jalan/gang Stagen RT 07 sudah retak dan pecah. Diungkap oleh Ketua RT 07 Desa Stagen Kotabaru, Sujito menyebut kualitas pengerjaan betonisasi gang tersebut dibawah standar dan tak berkualitas.

“Pengerjaan pembangunan gang kami ini tidak berkualitas dan asal-asalan. Masa baru selesai dibangun sudah retak dan berlubang, sepertinya kontraktor ingin terlalu banyak untung hingga bahan materialnya kurang semen dan kebanyakan pasir,” ungkapnya.

Diungkap lagi oleh Sujito, terkait rusaknya jalan gang tersebut, dirinya sudah pernah komplain dan melaporkan ke Kantor Dinas Cipta Karya Kotabaru, namun pihak dinas berdalih proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, dan akan diperbaiki lagi.

“Kata orang dinas proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan, dan akan diperbaiki lagi, tapi faktanya hingga kini tiada perbaikan juga,” keluhnya.

Warga lainnya, Agus mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Dia menilai pemborong terlalu banyak ingin mengambil keuntungan hingga mengabaikan kualitas bangunan. “Pemborong janganlah terlalu mengejar keuntungan, tapi utamakan kualitas, agar kami selaku pengguna bisa menikmati jalan tersebut lebih lama,” ucapnya.

“Kepada pihak terkait, jangan cuma janji-janji saja, jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir jalan gang tersebut akan bertambah rusak dan semakin parah,” tambahnya.

Sementara PPTK Dinas Cipta Karya Kotabaru, Agus Riansyah, Senin (02/02/15) kepada awak media mengatakan, masa pemeliharaannya sudah habis, jadi tidak bisa menindak lanjutinya. Kemungkinan akan dianggarkan lagi di ABT Tahun depan.

“Kami sudah memanggil pihak kontraktor untuk diperbaiki kembali, karena waktu penyerahannya terlihat bagus dan tak ada yang rusak,” terang Agus.

Agus berdalih, besar kemungkinan rusaknya jalan gang tersebut karena seringnya truk bermuatan melebihi tonase yang melintas hingga membuatnya retak dan rusak. “Kemungkinan adanya truk bermuatan yang melintas saat jalan baru selesai dikerjakan, hingga adonan pasir dan semen yang belum menyatu menjadi retak,” pungkasnya.(bidik/M12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here