Home Berita Terbaru KUASA HUKUM PENGGUGAT (EKA SUMANJA, SH) : PIHAK TERGUGAT TIDAK ADA ITIKAD...

KUASA HUKUM PENGGUGAT (EKA SUMANJA, SH) : PIHAK TERGUGAT TIDAK ADA ITIKAD BAIK BERDAMAI

147
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM -Pernikahan Kedua H. Ismayadi dengan Kartinah Digugat pihak istri pertama (Yanti Mala) dan tampaknya perseteruan antar anak-anak ahli waris (Alm.) H. Ismayadi belum kunjung usai, bahkan cenderung makin memanas. Saat ini pihak istri pertama H. Ismayadi, Yanti Mala dan kedua anaknya tengah melakukan upaya hukum menggugat pembatalan pernikahan H. Ismayadi dengan istri keduanya di Pengadilan Agama Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper Nomor 5, Tugu Selatan Koja Jakarta Utara.Sidang yang sudah memasuki tahap sidang kedua digelar pada, Rabu (16/8/2018) siang.

Kuasa Hukum keluarga dari Istri pertama Alm.H. Ismayadi selaku penggugat, Eka Jumanta, SH saat memberikan keterangan Pers-nya usai sidang yang digelar PA Jakut, dijalan Plumpang Semper Nomor 5, Tugu Selatan Koja, Jakarta Utara pada, Rabu (15/8)

Dari Daftar Registrasi Perkara dengan Nomor : 1135/Pdt.G/2018/PAJU tanggal 03 Juli 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Utara diketahui bahwa perkara gugatan pembatalan nikah antara (Alm.) H. Ismayadi dengan Kartinah istri keduanya telah memasuki agenda persidangan yang kedua kalinya pada hari Rabu 15 Agustus 2018 dengan agenda Jawaban Tergugat I (Kartinah) dan Tergugat II (Ka.KUA Penjaringan).

Menurut keterangan Penasihat Hukum Penggugat Eka Sumanja, SH usai persidangan di kantor Pengadilan Agama Jakarta Utara, rupanya pihak tergugat tidak membuka peluang untuk upaya mediasi agar perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Walaupun sesungguhnya pihak penggugat (Istri Pertama) masih membuka peluang agar dapat dilakukan mediasi namun pihak istri kedua (tergugat) melalui kuasa hukumnya malah berupaya keras melawan upaya gugatan ini dengan melakukan eksepsi,” tutur Eka.

Dalam pemaparannya Eka menjelaskan bahwa apabila eksepsi ditolak konsekuensinya perkara akan semakin berkepanjangan.
“Pada persidangan kedua kalinya ini sebenarnya pihak Istri Pertama atau penggugat masih membuka peluang untuk upaya mediasi karena perselisihan dalam internal keluarga dapat dilakukan perdamaian. Namun pihak tergugat tidak ada itikad baik untuk berdamai,” katanya.

“Selain itu, meskipun faktanya sebelum menikah dengan istri kedua (Kartinah) pada tahun 1983 itu Almarhum H. Ismayadi sudah memiliki istri dan 2 orang anak, namun saat melakukan pernikahan dengan istri kedua H. Ismayadi mengaku masih perjaka (Bujangan) seperti juga diterangkan oleh KUA Penjaringan selaku Tergugat II yang dalam Nota Pembelaan KUA Penjaringan atas perkara Nomor : 1135/Pdt.G/2018/PAJU tanggal 03 Juli 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Utara,” ujarnya.

“Dan bahwa hari Minggu 17 februari 1983 telah melaksanakan dan mencatat di Akta Nikah Bapak Ismayadi dan Ibu Kartinah melangsungkan pernikahan dengan status Jejaka dan Perawan yang dibuktikan dengan KTP kedua pihak,” ungkap Eka Sumanja, SH Kepada awak media yang meliput di Kantor Pengadilan Agama Jakarta Utara.

“Menurut kami pernikahan kedua ini dianggap tidak sah karena selain tidak mendapat ijin dari istri pertama, juga menggunakan KTP yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dan Kami masih memiliki bukti bukti lain yang menurut kami sebagai pihak penggugat bahwa pernikahan Alm. H. Ismayadi dengan Kartinah istri keduanya seharusnya dapat batal demi hukum. Dengan melakukan gugatan pembatalan nikah ini sebenarnya kami ingin meluruskan kebenaran sehingga pihak tergugat seharusnya menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak memiliki hak hukum dalam pernikahan tersebut,” paparnya.

Penggugat sebagai istri pertama dan keluarganya merasa selama ini sudah terlalu banyak mengalah, namun anak-anak istri kedua selalu berusaha menzholimi pihak keluarga istri pertama, bahkan pernah dilakukan gugatan di pra peradilan Jakarta Timur dimana isi gugatannya tidak mengakui sama sekali keberadaan keluarga istri pertama. “Kami dianggap tidak pernah ada. Hal ini memicu perselisihan semakin memanas,” terang Eka menirukan ucapan Iwan (anak dari Alm. H. Ismayadi dengan istri pertama, Yanti Mala).

Dalam persidangan kedua, nampak hadir penasihat hukum tergugat I dan wakil dari KUA Penjaringan sebagai tergugat II yang menyampaikan Nota Pembelaan sebagai jawaban gugatan. Namun disayangkan jawaban gugatan dari tergugat I belum dapat diperoleh informasinya secara jelas.

Agenda sidang berikutnya akan dibacakan putusan terhadap eksepsi tergugat. Sampai dengan berita ini dilansir, kami masih melakukan konfirmasi kepada bagian Humas Pengadilan Agama Jakarta Utara untuk mendapatkan keberimbangan serta keakuratan berita.(red)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Ahmad Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here