Home INSPIRASI KUNJUNGAN KETUA UMUM DAN STAF LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG

KUNJUNGAN KETUA UMUM DAN STAF LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG

1019
1

ACARA KUNJUNGAN KETUA UMUM DAN STAF LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE KEJAKSAAN TINGGI NEGERI SEMARANG

Kunjungan-Leadham 1Jumat 8 Desember 2015, Ketua Leadham Internasional DPW Jateng Ir. Rismauli D. Sihotang beserta staff mengadakan kunjungan temu ramah tamah di Kejaksaan Tinggi Negeri Semarang. Beliau disambut dengan begitu ramah dan familiar oleh Ka Humas Ibu Eko Suwarni. SH. MH. Dalam perbincangannya Ibu Rismauli D. Sihotang memperkenalkan diri bahwa Leadham Internasional telah berada di Jawa Tengah sejak February 2015 kemarin, dijelaskan bahwa lembaga yang beliau pimpin berorientasi diranah Hak Asasi Manusia dan meskipun baru lahir premature, namun Leadham Internasional DPW Jateng telah banyak melakukan kegiatan program – program sosial kemasyarakatan, ekonomi kerakyatan, pendampingan hukum dan pemahaman HAM kepada masyarakat. Ibu Risma, meminta kepada Kejaksaan Tinggi Semarang untuk selalu bersinergi dan beranggapan positif, dan tidak saling curiga mencurigai, karena kehadiran Leadham disini (Jawa Tengah) datang dengan misi baik, menjadi mitra yang konsisten dan berdiri secara independen.

Ka. Humas sangat senang mendengar semua itu, dengan kehadirannya Leadham Internasional, diharapkan agar lembaga ini mampu bersinergi bekerjasama dalam hal penegakan supremasi Hukum. Ibu Eko Suwarni juga mempersilahkan kepada Leadham untuk saling tukar menukar informasi dan menjalin kerjasama yang baik. Ibu Ka. Humas yang ramah ini meminta kesediaan Leadham Internasional bila suatu saat diundang untuk ikut diacara bakti sosial atau acara tertentu lainnya yang sekaligus bertujuan untuk memperkenalkan visi misi dan fungsi Leadham Internasional ini kepada masyarakat luas.

 

KUNJUNGAN KETUA UMUM DAN STAF LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE PENGADILAN TINGGI NEGERI SEMARANG

Kunjungan-Leadham 2Kepala Pengadilan Tinggi Semarang menerima audensi temu ramah tamah dan perkenalan diri Leadham Internasional. Ketua DPW Jateng Ibu Rismauli D. Sihotang memperkenalkan visi misi dan sekaligus ketuk pintu, bahwa keberadaan Leadham Internasional telah hadir di Jateng, sehingga kedepan bisa saling kerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bapak KPT memberi apresiasi, terbuka dan kooperatif dalam kerjasama memberikan pelayanan, namun beliau membatasi diranah hukum saja.

 

AUDENSI LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE DPRD TINGKAT 1 JAWA TENGAH

Kunjungan-Leadham 3Kunjungan Leadham Internasional ke DPRD Tingkat 1 Jawa Tengah disambut baik dan ramah oleh ibu Yuli dan Ibu Rini.Karena bertepatan dengan rapat mendadak dengan bapak Gubernur yang saat itu ada kejadian pasar terbakar di Johar Semarang, terpaksa harus menunggu sejenak, dan selingan pelayanan baik oleh staf humas saat itu membuat kejenuhan menjadi tidak terasa.Menurut ketua Leadham Ibu Ir, Rismauli D. Sihotang, karakteristik pelayanan yang demikian hendaknya bisa ditiru oleh instansi lainnya.

Bapak Ferry Wawan Cahyono Spi. Msi. Wakil Ketua DPRD I Jateng, setelah selesai rapat beliau mempersilahkan Leadham untuk audensi. Beliau didampingi oleh Kahumas Bapak Aji. Banyak hal yang dibahas dalam temu ramah tamah ini, seperti kebersamaan dalam pelayanan sebagai civil society diberbagai lini, yang tentunya DPR sangat perlu atau membutuhkan lembaga yang tugasnya saling menunjang seperti ini. Dengan hadirnya Leadham Internasional di Wilayah Jawa Tengah sebagai lembaga independen, Bapak Fery memberikan apresiasi, dukungan dan berharap kinerjanya semakin solid dalam menjalankan tugasnya dan lebih mampu membawa visi misinya menuju kedamaian masyarakat. Ibu Risma sangat menghimbau kepada bapak DPRD 1 Jateng, untuk bersama bersinergi sebagai wakil rakyat, bersama-sama mengontrol kinerja pemerintah agar tidak keluar dari tupoksinya, dan memberikan pelayanan masyarakat sesuai skala prioritas kebutuhannya. Ibu Risma menambahkan bahwa kehadiran Leadham Internasional yang lahir beberapa bulan kemarin berada di daerah Wilayah Jawa Tengah namun telah banyak dilakukan diranah vital dari kehidupan manusia, yakni pertanian pangan organik dengan konsep Organic Farming Integrated. Selain itu dibidang sosial juga telah dilakukan di sekolah yang hampir tergusur diwilayah Solo dan mengangkat situs sejarah di daerah Karanganyar, demikian paparan Ibu Risma sambil menunjukkan lembar-lembar kegiatan dalam Company Profile Leadham Internasional DPP dan DPW Jateng.

KUNJUNGAN LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE KESBANGPOLINMAS JAWA TENGAH

Kunjungan-Leadham 4Jam 04.00 tanggal 11 Leadham Internasional berkunjung ke kantor Kesbangpolinmas, bapak kepala Kesbangpolinmas Ahmad Rofa’i tetap menerima dengan ramah, walaupun jam kantor telah habis. Dalam kesempatan itu Ketua Leadham Internasional DPW Jateng Ibu Ir. Rismauli D. Sihotang menjelaskan bahwa perlu adanya silaturahmi pada instansi terkait, Kesbangpolinmas adalah wakil kemendagri di wilayah kerjanya. Maka kenapa kunjungan kerja ini perlu dilakukan, kedua wakil instansi ini memaparkan tentang bagaimana bentuk sinergitas kedepan dalam melakukan tindakan kerjanya. Ibu Risma Ketua Leadham DPW Jateng mengungkapkan, bahwa telah banyak hal yang telah dikerjakan DPW Jateng ditilik dari usianya yang masih begitu muda. Program sosial, ekonomi kerakyatan, pendampingan advokasi hingga pendidikan penyuluhan kepada masyarakat dewasa dan anak-anak sudah banyak diberikan. Ini menunjukkan bahwa Leadham DPW Jateng sangat serius dalam melakukan tindakan guna tercapainya visi misi Leadham Internasional yang mulia.
Bapak Kepala kesbangpolinmas sangat bangga dan menaruh harapan besar pada lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia Internasional yang mampu mandiri memberikan perwujudan nyata dalam mengimplementasikan fungsinya dilapangan. Beliau memberikan apresiasi dan meminta untuk saling bekerja sama dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya sesuai yang diharapkan dalam kemitraan dua belah lembaga.

KUNJUNGAN LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE POLDA JAWA TENGAH

Kunjungan-Leadham 5(12Mei 2015). Temu ramah-tamah, saling mengenal antara Leadham Internasional DPW Jateng dan Polda Jawa tengah sebagai wujud komitmen sinergitas antara dua lembaga Pemerintah dan non pemerintah ini, dalam menyelenggarakan tugas melayani masyarakat agar saling bisa bekerjasama, tukar menukar informasi, membantu dan mengontrol, saling mengingatkan agar dalam pelayanannya tidak terjadi kesalahan yang berdampak pada kerugian masyarakat.

Ketua Leadham Internasional DPW Jateng Ibu Ir. Rismauli D. Sihotang memberikan Profil Leadham Internasional kepada perwakilan Divisi Humas Polda Jateng, Ibu Kartuti S. Ibu Risma membangun rasa saling familiar, hangat, dan meminta agar tidak saling curiga mencurigai, malah bagaimana agar hendaknya mampu menjalin kerjasama dalam melaksanakan pelayanan pada masyarakat. Ibu Risma menjelaskan bahwa hadirnya Leadham Internasional sebagai civil society dan social control bisa menjadi mitra yang saling membantu mengontrol dan bisa mengurangi tugas berat yang diemban POLRI. Dalam penjelasannya, Ibu Risma menyampaikan juga ada satu contoh kasus yang dilakukan oleh oknum polisi di Waikabubak yang sekarang sedang berlangsung pendampingan advokasi oleh tim hukum dan ham dpp Leadham Internasional dibedah kasusnya. Pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh beberapa oknum aparat Kepolisian sangat banyak ditemukan disana. Ibu AKBP Kartutik berharap di Jawa Tengah khususnya jangan sampai terjadi demikian. Dan ketika beliau bertanya bila pelanggaran Ham terjadi sebaliknya, kemanakah polisi akan mengadu? “leadham Internasional akan membuka lebar bagi siapapun yang bersifat universal humanity terlanggar hak asasinya, maka kamilah tempatnya mengadu. Kami datang bersilaturahmi ini dalam rangka memperkenalkan diri agar nantinya tidak menjadi asing dan bertanya-tanya apa dan siapa Leadham itu ” tegas Ibu Risma memberi penjelasan.

KUNJUNGAN LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE JPA (JEJARING PERLINDUNGAN ANAK) DI KOTA SOLO

Kunjungan-Leadham 613 Mei 2015, Terasa hangat sambutan pengurus JPA (Jejaring Perlindungan Anak) Joyontakan Solo, Bunda Pepy dan Bunda Mia juga para pengurus lainnya. Wanita-wanita hebat yang mempunyai tugas mulia ini menerima kunjungan Ketua DPW Leadham Internasional Jawa tengah, Ibu Ir. Rismauli D. Sihotang, bendahara Bp. Gabriel Beso Wezo beserta Staf Para Kabiro Jateng.

Sejenak Ibu Risma beramahtamah kepada anak – anak yang diasuh bunda Pepy dan Bunda Mia ini dengan saling mengenalkan dirisatu dengan lainnya dikalangan anak-anak tersebut (Introducing one each other). Nampak kepolosan anak-anak ketika ditanyai oleh Ibu Risma, gelak tawa riuh mendengar celoteh Yesaya salah satu anak yang mempunyai cita-cita ingin jadi Presiden, Adel yang punya cita-cita ingin jadi Presiden Koki, dan ada yang ingin jadi Presiden dokter. Mereka nampak riang bersahaja ketika ditanyai dan diajak menyanyi Ibunda Risma.

Sekitar sembilan puluhan anak antara usia 3 hingga 8 tahun diberikan pelajaran atau pemahaman mengenai Hak Asasi Manusia versi bahasa anak-anak. Ibu Risma sangat pandai memerankan peran ini, beliau memberikan penjelasan tentang simbol-simbol Leadham Internasional dengan memberikan contoh tindakan seperti, berjabatan tangan sebagai tanda saling memaafkan dan saling berdamai satu dengan yang lainnya seperti layaknya saudara sendiri apapun latar belakang agama suku budaya dan status sosialnya. Sehingga tidak bermusuhan satu dengan lainnya karena saling menghargai, dan menghormati hak asasi masing-masing yang sudah melekat pada setiap individu dari dalam kandungan sampai ke liang kubur.

Selain memberikan pemahaman pada anak – anak, Ibu Risma juga memberi pengertian dan pemahaman kepada orang tua anak-anak yang diasuh JPA, tentang 12 Hak Asasi Manusia, yang menjadi prioritas Leadham Internasional dan yang perlu disampaikan pada masyarakat luas. Yaitu antara lain 1. Hak Hidup, 2. Bahwa pentingnya memahami HAM ini menjadikan manusia tidak gampang mendapatkan tekanan orang lain seperti penindasan – penindasan, intimidasi, teror baik dari keluarga, tetangga, orang luar, guru, oknum aparat, dan mereka bisa juga paham akan hak-hak yang harus diterima dan hak-hak yang dilindungi oleh undang-undang.

Di wilayah Solo (Surakarta) ada 17 JPA dan di Klaten ada 2 JPA, yang tergabung dalam naungan Confession Foundation dari Colorado. Setahun didirikan JPA sudah banyak menampung kasus dilapangan tentang pelanggaran HAM yang terjadi pada anak dibawah umur (17 th). Antara lain yang JPA temukan yaitu intimidasi pada seorang anak yang dilakukan oleh orang kaya yang anaknya pernah pergi kabur berdua dengan korban, dan diintimidasi juga melalui seorang oknum polisi. Korban dikenakan wajib lapor ke kepolisian yang semestinya tidak dilakukan sebegitu ketat pada seorang anak dibawah umur. Korban sangat tertekan, depresi, dan hilang percaya diri.

Ada lagi beberapa laporan kasus yang diakomodir JPA, sambil bercengkerama hangat Leadham menanyakan banyak hal tentang kasus-kasus yang akhir-akhir ini dijumpai atau ditampung oleh JPA. Bunda Pepy, Bunda Mia dan tim menjelaskan, bahwa perlu sekali lembaga hukum yang tegas dan berani menangani permasalahan hukum, pendampingan advokasi, yang bertujuan menegakkan keadilan setegak-tegaknya, agar menjadi pelajaran bagi masyarakat, oknum pejabat, atau oknum aparat yang melakukan pelanggaran hukum dan yang menodai penegakan hak-hak azasi manusia secara universal ditengah masyarakat. Bunda Pepy sangat berharap, kehadiran Leadham Internasional mampu menjadi pelopor advokasi, demi tegaknya Hak Azasi Manusia. Beliau bertambah semangat, ketika ada partner lembaga yang sama-sama mau bersinergi dan mendukung program “stop kekerasan pada anak”, serta memberi pendampingan hukum (advokasi) hingga tuntas. Ini akan menjadi semangat dan keberanian baru untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan tukum tentang HAM itu sendiri secara umum khususnya dikalangan ana-anak Indonesia yang berumur dibawah usia 17 tahun, sebagaimana domain kerja JPA itu sendiri.

BHAKTI SOSIAL LEADHAM INTERNASIONAL DPW JATENG KE BERBAGAI MACAM TEMPAT IBADAH SEBAGAI PERWUJUDAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA.

(Minggu 10 Mei 2015). Indahnya kebersamaan dan kerukunan hidup manusia yang dituangkan dalam dharma bhakti / guyup rukun saling membantu pembangunan tempat ibadah, membersihkan tempat ibadah, ini dilakukan oleh Leadham Internasional DPW Jateng sebagai perwujudan keindahan kebersamaan, toleransi, partisipasi dan cerminan bangsa yang pluralisme dan Bhineka tunggal ikka yang berazazkan pada Pancasila dan UUD 1945.dengan mengedepankan keharmonisan, kerukunan hidup dan kebersahajaan jiwa yang tulus, adalah merupakan wujud dari Jati diri masyarakat Indonesia yang sebenarnya.Kunjungan-Leadham 7

Demikian Leadham Internasional DPW Jateng hablur dalam dharma bakti sosial diberbagai tempat ibadah, sekaligus memberi contoh kepada masyarakat luas, bahwa inilah wujud toleransi umat beragama yang mampu membawa kedamaian. Rasa saling menghormati antar pemeluk umat beragama akan membuat rasa haru, dimana bahwa setiap jiwa yang hidup harus rukun dan damai, tanpa melihat apaagamanya, apa budayanya, apa sukunya (rasnya). Sama-sama mempunyai hak untuk memilih jalan hidupnya yang membuat ketentraman pada dirinya sendiri dan masyarakat sekitar, karena ini merupakan HAM yang sudah melekat pada setiap individu sejak dalam kandungan ibunya hingga ajal menjemputnya.

PEDULI LEADHAM INTERNASIONAL ATAS KEMELUT DI SITUS KRATON GLAGAH WANGI DEMAK

Kunjungan-Leadham 8Dua kali berkunjung di situs Keraton Glagah Wangi Demak Semarang. Leadham Internasional hadir memberi perhatian atas kemelut yang bergejolak tentang perebutan hak mengurusi atau pemeliharaan Situs yang secara sah telah terdaftar di instansi pemerintah terkait, dan secara sah telah dikuasakan ke Yayasan Glagah Wangi Dhimak oleh pihak Hak Waris/Ahli Waris situs.
Ketika Ketua DPW Jateng Leadham Internasional Ibu Ir. Rismauli D. Sihotang berkunjung ke Situs Kraton Glagah Wangi, beliau berbincang dengan R. Sumito selaku pihak yang diberikan kuasa oleh Ahli Waris Kraton tersebut. Ketika ditanyakan apa sebenarnya yang terjadi dari kedatangan pihak luar yang melibatkan banseritu, R sumito menjelaskan bahwa kemelut ini dipicu adanya kedatangan pihak Yayasan Sunan Kalijaga yang mengklaim batas-batas wilayah, serta mengatakan tidak boleh mengadakan gelar budaya, dan harus menghentikan pembangunan masjid karena Yayasan Glagah Wangi adalah aliran sesat (seperti dirilis oleh Koran Borgol Semarang edisi Th XIII. Mei 2015).

Karena tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan, pihak Yayasan Sunan Kalijaga yang diwakili Musta’in yang berprofesi sebagai lawyer menggunakan massa Banser Demak untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan menyatakan bahwa tanah di tempat situs adalah bukan dihak wariskan ke Yayasan Glagah Wangi.

Leadham Internasional DPW Jateng, memberikan tanggapan bahwa terdapat indikasi pelanggaran HAM yang berat terhadap ahli waris dan masyarakat sekitarnya. Bila pelanggaran ini terus berlangsung maka pihak Leadham Internasional DPW Jateng memberikan pendampingan advokasi untuk mengawal dan mengontrol pelurusan penegakan terhadap pelanggaran HAM hingga tuntas, karena ini merupakan domain kerja Leadham Internasional itu sendiri.(Buletin Leadham/Hisar)

 

1 COMMENT

  1. Salam kemanusiaan,

    Slam hormat kami, semoga teman-teman di sana memilki integritas yang kokoh untuk melangka beriringan, serta senasip sepenanggungan. walau Jau di mata tapi dekat di hati, merasakan yang dirasakan, mengikat yang terlepas, dan menyatukan yang terpisah.

    slm hormat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here