banner 728x250

Lahan PJT II BEKASI Diduga di Komersilkan dengan dibangun kios harga Puluhan juta per-unitnya, siapa Terlibat ?

  • Share

KAB.BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Pemanfaatan lahan pengairan Perum Jasa Tirta (PJT II) yang berlokasi di Jalan Puri Tanggul Tanah Tinggi, Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat diduga telah dikomersilkan dengan dibangun kios-kios/lapak dengan dibanderol harga puluhan juta per-lapak (unit)-nya.

Hal ini dikatakan oleh salah satu warga Setia Asih serta diakui pedagang di lokasi yang enggan menyebutkan namanya, namun membenarkan bahwa tanah tersebut mulai di sewa-sewakan usai dilakukan pengurugan (penimbunan areal) oleh pihak desa.

judul gambar
Awak media juga sempat menyambangi pejabat berwenang di kantor PJT II untuk melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi terkait hal tersebut. Tampak gedung Perum Jasa Tirta (PJT II) – Unit Wilayah I yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 124 D, RT.002/RW.007, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawa Barat, Rabu (18/11).dok-red

“Ini tanah PJT II, di urug sama pihak desa setelah itu di sewa-sewain sama siapa saja yang mau menggunakan lahan di lokasi itu, diduga dengan kisaran harga hingga Rp.10 juta per-tahun dan terkait mekanismenya seperti apa dan bagaimana sementara ini masih belum jelas,” kata NR warga Setia Asih pada, Rabu (18/11/2020).

Dengan berdirinya kios-kios semi permanen di lokasi tanah PJT II tersebut, membuat warga Setia Asih terheran-heran mempertanyakan lokasi lahan tersebut yang sebelumnya direncanakan akan di pergunakan untuk pelebaran jalan.

“Dulu di lokasi ini (tanah PJT II-red) sempat ada juga berdiri rumah-rumah warga, terus di gusur-gusurin katanya buat lebarin jalan, tapi faktanya ada bangunan Bank Sampah, taman the gade, pedagang kembang hingga adanya Pasar Kendal, aneh kan,” tutur NR sambil mengernyitkan dahinya bingung.

Selanjutnya berdasarkan data yang dihimpun terkait biaya sewa serta pengelolaannya diduga dilakukan oleh mantan oknum Kepala Desa Setia Asih.

Selain itu, didapati fakta dilapangan bahwa diduga pembangunan unit-unit kios atau lapak tersebut akan berlanjut di sepanjang Jalan Puri Tanggul Tanah Tinggi hingga Bank Sampah yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR)
PT. Pegadaian.

Patut dipertanyakan kemana uang hasil penyewaan kios-kios yang berdiri diatas lahan PJT II, bagaimana pengelolaannya, apakah masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk areal yang akan menjadi seperti kawasan kuliner dan lokasi belanja bagi warga serta pengendara yang melintasi jalur tersebut. Apalagi kegiatan untuk usaha itu tentu akan melibatkan para pelaku usaha yang merupakan sebagai wajib pajak.

“Padahal seperti diketahui sebelumnya dilokasi ada papan plang pemberitahuan bahwa lokasi tersebut tanah milik PJT II, namun plang tersebut sekarang entah dimana keberadaannya,” ujar SH, salah seorang tokoh masyarakat desa Setia Asih.

Serta telah diiketahui pula, bahwa sebelumnya di lokasi lahan PJT II tersebut pernah dilakukan pengusuran dan penertiban terhadap bangunan atau rumah-rumah warga yang berada di lokasi itu.

Saat awak media hendak melakukan konfirmasi kepada pejabat di kantor PJT II, pihak keamanan gedung (security) memberikan penjelasan dengan mengatakan bahwa beberapa pegawai PJT II melaksanakan program protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Maka pihak keamanan mengarahkan agar pihak media untuk melayangkan pengajuan surat konfirmasi dan untuk meminta klarifikasi

Sementara itu, mantan Kepala Desa (Kades) yang ada dugaan ikut terlibat saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp hanya menjawab seperti ‘melempar batu sembunyi tangan’ selaku mantan aparatur pemerintah.

Selain itu, sempat juga dipertanyakan tentang regulasi kepemilikan lahan fasos fasum dan aktivitas Bank Sampah yang terlihat pasif, tanpa ada kegiatan dilokasi tersebut.

“Kalau urusan ini tanah PJT II hubungi ke nomor ini aja bang,” ujar mantan Kades singkat, sambil mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke salah seorang trantib.

Nomor handphone yang diarahkan dan dimaksud sang mantan Kades Setia Asih tertuju kepada seorang oknum Trantib berinisial (R) dengan nama panggilan Cakra.(*)red

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *