banner 728x250

Lima Pengurus Yayasan Jadilah Terang Danau Toba Diduga Ber KTP Ganda

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Polemik Yayasan Jadilah Terang Danau Toba yang didirikan di Kabupaten Samosir beberapa waktu lalu terus bergulir bak bola salju.

Satu demi satu kerangka dugaan terjadinya kecurangan dalam pendirian yayasan tersebut muncul kepermukaan.

judul gambar

Setelah dugaan terjadinya pelanggaran terhadap undang-undang yang dilakukan Mantan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, yang mana sesuai yang tertera dalam akte pendirian yayasan tercatat sebagai pengurus, kini permasalahan yang tidak kalah besar mulai terungkap.

Sesuai data akte notaris pendirian yayasan yang beredar luas di masyarakat, terdapat sekitar lima pengurus yayasan yang diragukan keaslian data kependudukannya.

Pasalnya, sesuai yang tercatat pada akte pendirian yayasan tersebut, pekerjaan kelima pengurus yayasan memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta.

Padahal, setelah dilakukan penelusuran secara mendalam, kelima pengurus yayasan dimaksud bekerja di pemerintahan, bukan wiraswasta.

Hal tersebut disampaikan Ketua Garda Bela Negara Nasional (GBNN) DPC Kabupaten Samosir kepada awak media,  Senin (22/2) dikantornya Jl F Lumban Tobing,  Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara.

“Kita turut prihatin dan akan mencoba menyinkap tabir yang sebenarnya, sehingga kedepan masyarakat kecil tidak terimbas,” tuturnya.

Dikatakannya, dengan adanya temuan GBNN terkait keaslian dokumen kependudukan para pengurus yayasan tersebut,  dapat menjadi acuan bagi penegak hukum.

“Data kependudukan tersebut dapat menjadi acuan penegak hukum dalam mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam pengumpulan bukti-bukti adanya dugaan pemalsuan dokumen negara disini. Karena hampir semua penasehat dalam yayasan tersebut pekerjaannya yang tercantum dalam  akta pendirian yayasan adalah  wiraswasta,” sebutnya.

Senada Terkait tata cara Penerbitan Sebuah Akta notaris menurut dari seorang Penjabat Pembuat Akte Notaris yang tidak perlu disebut namanya dimedia ini Senin(22/2)

Salah seorang PPAT yang dimintai komentarnya seputar problematika kepengurusan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba menyebutkan,  bahwa dalam pembuatan sebuah akte yayasan harus memenuhi pesyaratan yang sudah ditentukan sesuai aturan yang berlaku.

“Persyaratanya KTP asli, surat domisili dan minimal lima orang, yakni  pembina, pengurus dan pengawas. Dan harus di cek di kementerian terkait,” jelasnya singkat seraya meminta identitasnya dirahasiakan.

Ditambahkan Hatoguan, pihaknya menduga ada motif lain dibalik pendirian yayasan tersebut.

“Apakah upaya  pendirian yayasan tersebut ada kaitannya masalah penguasaan lahan milik masyarakat,” cetusnya.

Disebutkannya, didasari akibat ditemukannya Surat Keputusan (SK) Mantan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon Nomor 624 Tahun 2017 tentang Pemberian Izin Pemanfaatan Tanah Pada Kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) tanah Negara di Desa Partukkoan Naginjang,  Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir kepada salah Satu marga tertentu di Kabupaten Samosir dalam pelestarian  tombak raja. (Anggiat S)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *