JAKARTA, Mediatransparancy.com – L’Oreal Indonesia bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU Kemendikbud) kembali menganugerahkan penghargaan National Fellowship Awards For Women in Science 20016 kepada empat orang ilmuwan perempuan hebat di bidang Life Sciences, Material Sciences, Engineering and Mathematics dan penganugerahan dilaksanakan di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/16).
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara L’Oreal UNESCO For Women In Scieneces dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang disaksikan Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir Ananto Kusuma Seta MSc, PhD dengan tujuan mendukung kegiatan di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir Ananto Kusuma Seta MSc, PhD mewakili Mendikbud, Prof Dr Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang meletakkan pendidikan terutama sains sebagai dasar percepatan pembangunan.
“Dengan meningkatkan jumlah ilmuwan, maka kita juga dapat membantu menurunkan jumlah tantangan dan masalah yang dihadapi Indonesia yang bukan saja sekarang akan tetapi juga di masa depan. Sekarang tugas kita sebagai para pendidik untuk membantu membuat sains menjadi menarik dan dijadikan pilihan profesi sejak dini,” kata Ananto.
Menurut Ananto, bahwa di era digital seperti sekarang ini, semua informasi bergerak dengan cepat, persaingan profesi juga semakin banyak.
Sementara itu, Ketua Harian KNIU Kemendikbud, Prof Dr Arief Rachman mengatakan, bahwa data UNESCO menunjukkan kesenjangan gender dalam dunia sains masih cukup tinggi, dan faktanya di Indonesia, jumlah ilmuwan perempuan baru mencapai 30 %, dan kata Arief, masih ada persepsi yang mengindikasikan bahwa sains bukanlah dunia yang ramah untuk kaum perempuan.
“Sudah cukup lama ilmuwan perempuan kurang diperhatikan dan menjadi kurang dipertimbangkan di dunia sains sehingga masih sedikit yang dikenal oleh masyarakat. Ini tugas kita bersama untuk memberikan akses pendidikan kepada perempuan guna mendapatkan lebih banyak ilmuwan perempuan di Indonesia,” kata Arief.
L’Oreal Indonesia beri penghargaan pada empat ilmuwan perempuan, yakni dari kategori Life Science adalah Andriati Ningrum, peneliti dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Azzania Fibriani, peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sedangkan dari kategori Material Science, Engineering and Mathematics adalah Fitri Khoerunnisa dari Departemen Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Yenny Meliana, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Penghargaan yang ke-13 kalinya ni diberikan karena mereka dinilai memiliki semangat untuk membangun Indonesia di bidang ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Mereka mendapatkan dana sebesar Rp80 juta untuk digunakan dalam melakukan penelitian mereka.
Presiden Direktur L’Oreal Indonesia Umesh Phadke mengatakan, keempat perempuan penerima penghargaan ini memiliki semangat berapi-api ingin memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di dunia. Hingga 2016, L’Oreal Indonesia telah memberikan penghargaan kepada 45 ilmuwan perempuan. Dari jumlah ini, lima diantaranya telah diakui secara internasional.
“Sesuai dengan yang disampaikan oleh CEO & Chairman L’Oreal, Jean-Paul Agon, bahwa perempuan dalam sains seperti obor, tidak hanya cukup dinyalakan, tetapi juga perlu untuk diteruskan supaya apinya tidak padam. Dan kami berkomitmen menjaga api itu,” katanya saat menyampaikan sambutan pada acara penganugerahan penghargaan.
Penulis: Benz Editor: Hisar Sihotang















