Home HUKUM Lurah Pademangan Barat Didemo Pengurus Rw Dan Tokoh Masyarakat

Lurah Pademangan Barat Didemo Pengurus Rw Dan Tokoh Masyarakat

378
0

Dianggap Bertentangan Dengan Pergub DKI Jakarta No 168 Th2014.

Jakarta, Transparancy.com – Lurah Pademangan Barat didemo pengurus RW dan tokoh masyarakat. Pemekaran Wilayah serta pembentukan Rukun Warga (RW) di wilayah Pedemanga Barat, Jakarta Utara, yakni RW 016 Kelurahan Pademangan Barat, Cacat hukum..!!  ada indikasi dipaksakan agar tetap terbentuk kepengurusan Rukun Warga Baru di wilayah tersebut. Kenapa dikatakan Cacat Hukum.? Pemekaran Wilayah serta membentuk kepengurusan Rukun Warga baru seharusnya mempunyai sedikitnya delapan RT dan Maksimal Enam belas RT serta minimal delapan puluh jumlah Kepala Keluarga(KK) dan maksimal seratus delapan puluh kepala keluarga, menurut acuan Pergub DKI No 168 Th 2014. yang telah di Undang-Undangkan sejak 6 November 2014.

Demikian yang telah di sampaikan oleh Drs.H  Tatang Iskandar selaku Pengamat Kebijakan Pemda DKI Jakarta yang juga mantan Kakanwil Deppen Kalbar yang bermukim di Jakarta Timur sejak tahun 1980an. Saat ditemui oleh Sicom hari selasa dirumahnya, hal tersebut juga dibenarkan oleh pengamat Budaya DKI Jakarta H. Abu Galih. Tujuan Gubernur dengan Pergub 168/2014 adalah untuk merampingkan organisasi tingkat RT dan RW.

Seharusnya Pergub DKI No 168 Th2014 menjadi pedoman pengurus RT dan RW serta menjadi tolak ukur kinerja para Lurah DKI Jakarta. Indikasi dipaksakan karena pembentukan Rukun Warga 016 tersebut tidak sportif dengan cara mengambil paksa dua wilayah Rukun Warga 011.yang notabene masih satu peta wilayah Rukun Warga 011 Kelurahan Pademangan Barat. Hingga saat ini, ujar Bpk Andi Pane. Ketua Rukun Warga 011, pengambilan kedua peta wilayah tersebut guna untuk memenuhi kuota agar menjadi delapan RT, agar dapat terbentuk Rukun Warga baru,yang sebelumnya cuma mempunyai enam RT diwilayah yang akan dibentuk Rukun Warga 016 itu.

Tanpa adanya musyawarah mufakat antara kedua pengurus wilayah dan bakal calon pengurus wilayah tersebut guna untuk mendapatkan kesepakatan bersama, alhasil ketua Rukun Warga dan tokoh masyarakat wilayah RW 011 pun menjadi marah, karna wilayahnya merasa dizholimi, hingga timbul demo warga dan tokoh masyarakat serta pemuda. Demonstrasi tertib dan damai didepan Kantor Lurah Pademangan Barat tersebut, menuntut Lurah Pademangan Barat untuk:

  1. Mencabut SK Lurah Pademangan Barat No 40 tentang pembentukan RT 07 dan RT 08  yang berada diwilayah teretorial RW 011 KelurahanPademangan Barat
  2. Bubarkan RW 016 yang tidak menuhi syarat atau menyalahi Pergub  DKI Jakarta No168 Th 2014

Tentang pembentukan suatu kepengurusan Rukun Warga apabila tetap di paksakan hal tersebut akan berdampak kepada warga, terutama surat-surat penting, seperti surat kendaraan dan yang lain-lainnya. Bpk Andi Pane selaku Ketua Rukun Warga 011 menegaskan apabila aksi demo tertib dan damai tersebut tidak mendapat respon dari Bapak Lurah Pademangan Barat, ia pun akan terus berjuang.

Melalui Kuasa Hukum yang terbentuk dalam TIM Advokasi RW 011 yaitu Oslan Edward Hutahayan SH, Yayat Ruhiatna SH dan Tarsisius Teren Utomo Maring SH yang akan menggugat secara PIDANA, PERDATA dan TUN guna untuk mengambil kembali kedua wilayah tersebut yang menjadi hak Rukun Warga 011 sejak dahulu.(putra tobing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here