banner 728x250

Mangkir Panggilan Sidang JPU Panggil Lagi Presdir PT.IU Bambang Prijono

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Presiden Direktur PT Indotruck Utama (Presdir PT IU), Bambang Prijono Susanto Putro, bakal dipanggil lagi oleh Jaksa Penuntut Umum, untuk memberikan keterangan dalam persidangan.

Sudah dua kali Bambang Prijono mangkir dalam panggilan jaksa sebagai saksi korban yakni pada persidangan Rabu tanggal 14/4/2021 dan Rabu 21/4/2021. Bambang dipanggil memberikan keterangan atas pemberian kuasa ke Priyonggo supaya melapor ke penyidik Mabes Polri yang menjadikan Arwan Koty saat ini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

judul gambar

Saksi korban dalam persidangan pimpinan majelis hakim Alandri Triyogo didampingi hakim anggota Toto dan Ahmad Sayuti itu tidak hadir sehingga, jaksa Sigit menunjukkan dua surat panggilan yang di layangkan kepada saksi Bambang Prijono. Jaksa dihadapan majelis hakim dan kepada penasehat hukum terdakwa mengatakan, saksi Bambang Prijono sudah dipanggil tapi belum hadir, tidak hadir majelis kami sudah panggil, sembari menunjukkan surat panggilan dan surat alasan sakit, ada suratnya kata jaksa pada persidangan 21/4/2021.

Jaksa mengatakan akan memanggil ulang saksi supaya hadir ke persidangan. “Saya akan panggil ulang dengan mengirimkan Surat lagi”, kata Sigit usai persidangan mendengarkan ahli Forensik Digital, Paulina Siburian, kaitan perkara yang menimpa tetdakwa Arwan Koty di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 21/4/2021.

Menyikapi ketidak hadiran saksi korban, pihak terdakwa keberatan jika saksi yang menyatakan dirinya sebagai korban tidak hadir memberikan keterangan. Seorang saksi korban tidak perlu takut memberikan keterangan jika laporannya benar dan bisa dipertanggung jawabkan dan harus dipertanggung jawabkan dihadapan hukum. Hal itu dikatakan penasehat hukum terdakwa Law Office Aristoteles MJ Siahaan SH, dan Advokat Yayat Surya Purnadi SH, diwakili Nurwandi SH.

Saksi korban harus bertanggung jawab dengan kuasa laporannya, siapa sebenarnya yang dirugikan dalam laporan Arwan Koty atas dugaan penipuan dan penggelapan pembelian alat berat Excavator yang dibayar lunas oleh Arwan Koty.

Sidang dugaan laporan palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Sebagai pencari keadilan yang telah dizolimi dan ditengarai melanggar Hak Azasi Manusia (HAM), hak seseorang yang tidak bersalah tapi mau dipenjarakan, bahkan nama baik klien kami pun sudah tercemar dimana mana, sehingga kami berharap saksi datang memberikan keterangan supaya perkara yang dialami Arwan Koty terang benderang.

“Semua sama dihadapan hukum, jika saksi korban tetap mangkir kami minta majelis dan jaksa supaya memanggil paksa sebagaimana diatur dalam KUHAP. KUHAP mengatur jika saksi sudah dipanggil tiga kali tidak datang maka akan dilakukan panggil paksa, dan apabila saksi sakit maka akan ditunggu sampai sembuh yang jelas saksi korban harus hadir memberikan keterangan dalam persidangan”, ujar Aristoteles.

Timbulnya perkara ini berawal dari pembelian satu unit alat berat Excavator oleh Arwan Koty dari PT Indotruck Utama dengan lunas. Sesuai perjanjian PJB, penjual akan menyerahkan alat berat tersebut ke pembeli dan harus ada berita penyerahan barang. Namun sampai saat ini alat berat Excavator belum diterima pembeli sehingga Bambang Prijono selaku Presdir PT Indotruck Utama dilaporkan dugaan penggelapan dan penipuan di Polda Metro Jaya pada 2018 lalu.

Namun laporan Arwan Koty dihentikan penyidik saat penyelidikan pada 31 Desember 2018, ditanda tangani Kombes Pol Suyudi Aryo Setyo. Penghentian tersebut menurut penasehat hukum tanpa alasan yang jelas dan tanpa gelar perkara alias sepihak dengan menerbitkan surat penghentian.

Sementara surat penghentian itulah yang dijadikan Bambang Prijono Presdir PT Indotruck Utama dengan memberikan kuasa melapor kepada Priyonggo untuk melapor balik Arwan Koty ke Mabes Polri, dan saat ini sudah disidangkan dengan dakwaan pasal laporan palsu. Akan tetapi seiring berjalannya proses persidangan Bambang Prijono sudah dua kali mangkir dipanggil memberikan keterangan sebagai korban, ini ada apa, kata Aristoteles dan Nurwandi SH.

Penulis : P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *