banner 728x250

Mantan Lurah Koja Akui Permohonan KK M.Kalibi dan Isterinya Siti Muthmainah Sesuai Prosedur

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comSaksi mantan Lurah Koja Utara, Kota Administrasi Jakarta Utara, mengakui permohonan Kartu Keluarga (KK) atas nama Muhammad Kalibi dan isterinya Siti Muthmainah sudah sesuai prosedur sebagaimana peraturan yang berlaku.

Seluruh berkas pendukung sebagai ketentuan syarat permohonan penerbitan KK yakni berupa, Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon, Akte Kelahiran, Surat Pernikahan, Surat Pengantar dari RT dan RW serta berkas pendukung lainnya sudah lengkap. Tidak ada masalah berkas dalam permohonan KK Muhammad Kalibi sebagai kepala keluarga yang diterbitkan kantor Kelurahan Koja pada tahun 2011 lalu.

judul gambar

Hal itu dikatakan Muhammad Andri mantan Lurah Koja tahun 2011, saat ini menjabat sebagai Camat Cilincing Jakarta Utara, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), dalam perkara dugaan pemalsuan KK melibatkan terdakwa Muhammad Kalibi, 15/3/2021.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Tumpanuli Marbun, didampingi hakim anggota Tiares Sirait dan Budiarto, saksi menjelaskan, pihaknya yang menanda tangani KK yang dimohonkan Muhammad Kalibi. Saksi mengatakan  hanya mengetahui satu KK yang dimohonkan Muhammad Kalibi dan isterinya Siti Muthmainah. Tidak ada KK yang lain atas nama Muhammad Kalibi dengan Sarovia.

Semua berkas lampiran permohonan KK harus ada, karena itu merupakan persyaratan utama, untuk pembuatan KK yang baru dan KK perubahan. “Kalau ada KK atas nama Muhammad Kalibi dengan Sarovia, saya tidak mengetahuinya dan tidak pernah melihatnya, tapi hanya mengetahui dan menanda tangani satu KK yakni, KK yang dimohonkan Muhammad Kalibi dan isterinya Siti Muthmainah”, kata saksi 15/3/2021.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, apakah ada dua permohonan KK yang dilakukan Muhammad Kalibi. Apakah saksi mengetahui tanda tangan saksi benar seperti yang tertera dalam alat bukti yang di persidangan ini, kata majelis sembari menunjukkan alat bukti dua KK yang hampir sama tapi mirip tandatangannya Lurah.

Menurut keterangan saksi, sesuai data base yang ada, hanya satu yang terdaftar yakni pemohon Muhammad Kalibi hanya memohon satu KK. Terkait tanda tangan yang mirip tanda tangan saya yang ada dalam KK Poto copy atas nama Muhammad Kalibi dan Serovia yang diperlihatkan dalam persidangan, tidak bisa saya pastikan bahwa itu tanda tangan saya, sebab saya tidak pernah melihat aslinya.

“Permohonan KK atau KTP seseorang dalam satu nama NIK, tidak bisa yang terbit dua KK atau KTP sebab sistem sudah mengaturnya. Satu KTP tidah boleh membuat KK lebih dari satu atau satu NIK harus dimiliki satu orang, itu pun harus dilengkapi surat pengantar dari RT/RW”, kata saksi menjawab pertanyaan Penasehat Hukum terdakwa, dari Advokad Yayat Surya Purnadi SH MH, Wandi SH.

Menyikapi keterangan saksi yang menadatangani KK yang diduga dipalsukan Muhammad Kalibi, menurut penasehat hukum terdakwa, keterangan saksi mantan Lurah sudah jelas bahwa perkara yang menimpa Muhammad Kalibi merupakan rekayasa. ” Kami tidak menuduh siapa yang merekayasa dan ingin mengkriminalisasi terdakwa dan keluarganya.

Sebab sangat tidak masuk akal jika terdakwa memalsukan KK nya sendiri yang tidak ada kegunaannya, sebab KK nya sendiri sebagai kepala keluarga dalam keluarganya sudah ada. Apalagi untuk permohonan peningkatan hak atas tanah nomor SHGP 247 dan 248 terletak di jalan Kramat Jaya, Koja Jakarta Utara, tidak mempunyai logika hukum jika Muhammad Kalibi memalsukan KK yang bukan isterinya. Dengan kenyataanya permohonan sertifikasi tersebut atas nama Muhammad Kalibi dan Siti Muthmainah dan sah diterbitkan BPN.

Sehingga dalam perkara ini, semua saksi saksi yang sudah diperiksa dalam persidangan, tidak ada yang mengatakan dan melihat bahwa terdakw melakukan pemalsuan. “Ada pun alat bukti KK dalam persidangan merupakan Poto copy semata, bukan KK asli. Kalau ada KK Poto copy lantas aslinya dimana, hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan jaksa dalam persidangan, sehingga kami berharap majelis hakim supaya memulihkan nama baik dan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa”, kata Yayat dan Wandi.
Sementara dalam perkara yang dilaporkan Hadi Wijaya tersebut, tidak memberikan komentar terkait perkara tersebut.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *