Home BERITA TERBARU MASSA AKSI MEMINTA USUT TUNTAS KASUS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH KONI BEKASI,...

MASSA AKSI MEMINTA USUT TUNTAS KASUS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH KONI BEKASI, NAMUN MALAH TERTAHAN DI PINTU GERBANG 

409
0

KAB. BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM –  Puluhan Massa Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMA AKSI) yang mengelar demonstrasi damai mengusut tuntas dugaan kasus korupsi dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi akhirnya tertahan di depan pintu gerbang komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang terletak di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat pada, Rabu (21/2/2018) siang.

Massa aksi yang memakai pakaian olahraga dan membawa beberapa perlengkapan olahraga tersebut terpaksa membentangkan spanduk bertuliskan “KEJARI KAB. BEKASI, NGAPAIN AJA SIH” di pintu Gerbang komplek Pemda Kabupaten Bekasi tersebut.

Pada kesempatan ini, koordinator Aksi Abdul Muhaimin mengatakan bahwa demonstrasi yang digelar bersama rekan-rekan nya dihadang aparat dan keamanan komplek. “Kami tidak dapat masuk komplek Pemkab, massa aksi tertahan di gerbang oleh pihak Kepolisian Sektor (POLSEK) Cikarang Pusat lantaran di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi sedang berlangsung serah terima jabatan (SERTIJAB) Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) antara Adhawan Hari, SH,MH. digantikan oleh Haerdin, SH, MH,” tuturnya.

“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kepada para penegak hukum Bekasi dalam hal ini pihak Kejari. Bukan ingin mengganggu jalannya kegiatan sertijab,” Kata Awe Sapaan Akrab Muhaimin kepada awak media

Lanjut Awe, Dirinya menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas laporan keuangan Pemda Kabupaten Bekasi tahun 2014 dengan nomor : 34.C/LHP/XVII.Bdg/05/2015 tertanggal 5 Mei 2015 terhadap penggunaan dana hibah KONI Kabupaten Bekasi sebesar Rp 68 miliar yang sebagian digunakan panitia untuk kegiatan PORDA XII Jawa Barat 2014.

Koordinator aksi unjuk rasa Abdul Muhaimin (Awe) ketika menyampaikan orasinya didepan rekan-rekannya yang tertahan di depan pintu gerbang komplek kantor Pemkab Bekasi saat mengelar aksi damai pada, Rabu (21/2) mendorong Kejari Kabupaten Bekasi untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten Bekasi

“Diduga telah ditemukan anggaran sebesar Rp 5.501.777.619 (sekitar 5,5 miliar rupiah) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya,” ungkap Awe.

“Kami hanya meminta Kejelasan dugaan kasus dana hibah KONI yang pernah ditangani Kejari sampai sejauh mana kasus tersebut? karena pengakuan dari Ketua KONI dan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga pernah diperiksa, kami butuh kejelasan,” tegas Awe.

Selain itu, ia juga mengingatkan KEJARI Bekasi atas kerawanan penggunaan Dana Hibah KONI yang diduga sarat dikorupsi. Awe dalam pemaparannya juga mengungkapkan seperti yang terjadi di beberapa daerah yang memenjarakan Puluhan Pengurus KONI, hingga Anggota Dewan.

“Puluhan pengurus KONI diberbagai daerah ditangkap karena Korupsi Dana Hibah terakhir dua minggu lalu di Jambi. Modusnya pemotongan honor atlit, pengurangan jumlah dan spesifikasi (spek)  pembeliaan alat olahraga hingga uang makan kegiatan,  Kejari harus tahu soal ini,” tandasnya.

Ironisnya, berdasarkan LHP BPK TA 2016 KONI belum mempunyai NPWP organisasi dan masih kurang mengetahui adanya aturan perpajakan. Walaupun pada berkas dokumen SP2D diketahui bahwa dalam pencairan Dana Hibah tidak mewajibkan adanya NPWP organisasi penerima.

Aksi unjuk rasa tetap berjalan dengan tertib, aman dan kondusif serta dengan pengawalan ketat beberapa personil aparat kepolisian dari Polsek Cikarang Pusat.(*)

 

Reporter : Ach Zark
Editor : Hisar S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here