Home Berita Terbaru Memasuki Musim Penghujan, Wakil Wali Kota Cirebon Terlibat Aksi Bersih dengan Masyarakat

Memasuki Musim Penghujan, Wakil Wali Kota Cirebon Terlibat Aksi Bersih dengan Masyarakat

79
0

CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Pemerintah Kota Cirebon konsisten dan berkomitmen dalam memuluskan program SEHATI (sehat, hijau, agamis, tertib dan indah) yang sudah menjadi visi dan misi Pemerintah Kota Cirebon.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri kegiatan serta ikut terlibat langsung aksi bersih-bersih dalam rangka penanggulangan banjir bersama Komunitas Lingkungan Paguyuban Campur Sari di RW 06 Asrama TNI AD, RW 07 Warnasari dan di sepanjang Jalan Satria Kesambi Kota Cirebon, Jumat (6/12/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan, memasuki musim penghujan kegiatan kebersihan harus dilakukan sedini mungkin.

“Kondisi kota yang bersih sangat dibutuhkan agar tidak ada saluran tersumbat. Alhamdulillah secara umum masyarakat Kota Cirebon menyadari arti penting kebersihan bagi lingkungan,” terang Eti.

Selain warga dan komunitas, lanjut Eti, gerakan kebersihan kali ini juga melibatkan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).

Di lokasi yang sama, Ketua Paguyuban Campur Sari, Hj. Imas Maskanah mengatakan, keberadaan lembaga yang dipimpinnya untuk menumbuhkan rasa cinta kebersihan di lingkungan masyarakat.

“Kebersihan menjadi bagian penting yang harus ada di lingkungan apalagi menjelang musim penghujan. Selain menjaga kesehatan, kebersihan dan mencegah bahaya banjir, kami juga akan terus melakukan edukasi ke masyarakat dalam mendukung dan membantu program pemerintah. Paguyuban Campur Sari menyadari peran masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan menjadi bersih dan sehat,” tegas Imas.

Masih menurut Imas, tidak cukup jika hanya mengandalkan dinas terkait karena dirasa kurang maksimal. Oleh sebab itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan.

Wakil Wali Kota berharap gerakan kesadaran dapat terus tercipta dan akan mengedukasi warga lain yang belum tergerak hatinya untuk tetap menjaga kebersihan.

“Kami juga menyambut positif yang telah mengubah gaya penanganan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) biasa ke TPS mobil. TPS mobil akan menjadi solusi saat ini, tentunya dengan pelibatan peran aktif dari masyarakat,” pungkas Eti.

Usai pelaksanaan kebersihan bersama, sekitar 500 warga RW 07 Warnasari Kesambi mendapat ember sampah organik dan non organik secara simbolik.

Ember tersebut diharapkan menjadi pemilah sampah sehingga sudah terbagi dua sejak masih di tingkat lingkungan rumah. Pemilihan sampah akan mempermudah penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Penulis: Yudi
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here