Home NASIONAL Menko PMK dan Menteri PUPR Tinjau Posko Banjir

Menko PMK dan Menteri PUPR Tinjau Posko Banjir

219
0

Jakarta, Transparancy.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Senin sore (9/2) lakukan peninjauan posko banjir di Jakarta.

“Untuk melihat secara langsung kondisi dampak banjir di wilayah Jakarta Selatan dan kesiapan Posko banjir untuk menghadapi kemungkinan adanya pengunsian warga yang kena dampak banjir “kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Djoko Mursito.

Menurutnya, banjir yang melanda di Ibukota Jakarta sejak pagi hingga sore dan menggenangi sejumlah jalan disebabkan intensitas hujan cukup tinggi dan durasinya lama serta dainase tidak mampu menampungnya.

“Saya amati sungai masih statusnya kondisinya siaga III dan masih bisa menampung air hujan”Ujar Djoko Mursito. Yang jadi penyebab yakni drainase tidak mampu menampung air hujan seluruhnya dan cepat masuk ke alur sungai “imbuh Djoko Mursito.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat perkotaan Yayat Supriatna bahwa hujan yang melanda ibukota hari ini lebih dikarenakan kondisi drainasenya yang tidak berfungsi optimal.

“Banjir lebih banyak menggenangi sejumlah jalan ibukota Jakarta dan bukan karena karena luapan sungai “Ungkap Yayat Supriatna. Kalau banjir karena luapan sungai maka lebih banyak permukiman warga yang tergenangi”imbuh Kang Yayat S biasa disapa.

Sementara itu, Plt. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi mengungkapkan, Kementerian PUPR telah memprogramkan pengendalian banjir DKI Jakarta khususnya yang menjadi kewenangan pusat yakni normalisasi Kali Ciliwung, Sunter dan Pesanggrahan.

“Secara teknis kita mampu menangani persoalan banjir DKI Jakarta, namun persoalan non teknis yakni masalah sosial ini menjadi kendala”ungkap Mudjiadi.

Akibat persoalan sosial antara lain pembebasan lahan normalisasi ke tiga wilayah sungai tersebut belum tuntas secara keseluruhan dan masih ada beberapa spot yang belum dilebarkan. Hal itu akan mengurangi daya tampung air sehingga mengakibatkan banjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here