banner 728x250

Menteri Agus Andrianto Pimpin Panen Raya di Lapas Kelas I Cirebon, Bukti Pembinaan Warga Binaan Berbasis Ketahanan Pangan

judul gambar

CIREBON, MediaTransparancy.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon menunjukkan peran nyatanya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen raya hasil pertanian dan perikanan, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan.

Berdasarkan data yang ditampilkan di lokasi kegiatan, program ketahanan pangan Lapas Kelas I Cirebon memanfaatkan lahan seluas 18.453 meter persegi yang dikembangkan untuk berbagai komoditas pertanian dan perikanan. Lahan tersebut terdiri dari sawah padi seluas 13.740 meter persegi, kolam ikan 637 meter persegi, serta area tanaman hortikultura seperti kangkung, kacang panjang, bayam, terong, singkong, jagung, hingga pisang dan kelapa.

judul gambar

Hasil panen padi varietas unggul Inpari 32 menjadi capaian utama dengan estimasi produksi mencapai ±7.000 kilogram. Varietas ini dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri serta potensi hasil panen yang tinggi. Selain padi, lapas juga memanen berbagai komoditas lain, di antaranya pakcoy, timun, caisim, kacang panjang, kangkung, terong ungu, sawi, bayam, melon, serta produksi tempe yang mencapai lebih dari 7.000 kilogram.

Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti transformasi fungsi lapas sebagai institusi pembinaan yang produktif. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga soal pemberdayaan manusia di dalamnya.

“Lapas harus menjadi bagian dari ekosistem ketahanan pangan nasional. Di sini warga binaan dibina agar mandiri, produktif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Agus.

Ia juga menekankan bahwa hasil ketahanan pangan lapas dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan bantuan sosial. Seluruh hasil panen pada kegiatan tersebut rencananya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana di sejumlah daerah.

Menteri Agus Andrianto foto bersama jajaran usai kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan, sepanjang 2025 sebanyak 12.146 warga binaan terlibat aktif dalam program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan produktif seluas 44,2 hektare.

“Sebagian besar hasil panen telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk di wilayah Aceh dan Sumatra, baik dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar maupun pembangunan fasilitas pendukung,” kata Mashudi.

Program ketahanan pangan Lapas Kelas I Cirebon telah berjalan sejak awal 2025 dan terus diperkuat pada 2026 dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam sektor pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan. Pendekatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial sebagai bekal reintegrasi ke masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus Andrianto juga melepas ekspor ke 3 cocoshade hasil produksi warga binaan Lapas Kelas I Cirebon dengan negara tujuan Spanyol.

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *