Home NASIONAL Menteri PUPR: Banjir Yang Melanda Ibukota Jakarta Bukan Dari Luapan Sungai

Menteri PUPR: Banjir Yang Melanda Ibukota Jakarta Bukan Dari Luapan Sungai

276
0

Jakarta, Transparancy.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan, banjir yang melanda Ibukota Jakarta kemarin disebabkan karena curah hujan lokal yang tinggi dan durasinya cukup lama.  Sesuai analisa yang kami lakukan intensitas hujan tersebut naik dari 57 ml/hari menjadi 171 ml/hari serta tanggal 10 Februari naik menjadi 350 ml/hari .

“ Jadi banjir yang terjadi kemarin bukan karena luapan sungai melainkan intensitas hujan tinggi  dan sistem drainasedi Ibukota Jakarta  kurang berfungsi dengan  baik “ Ujar  Basuki Hadimuljono, Selasa petang (10/2) di Jakarta.

Menurutnya,sesuai pengamatan bahwa tinggi muka air disungai bendung Katulampa, Depok dan Manggarai masih status siaga IV atau dan III, artinya sungai masih mampu menampung luapan air hujan.” Ini artinya  banjir tersebut  terjadi  bukan dari luapan sungai tapi hujan banjir hujan lokal “kilah Basuki.

Kita akui bahwa kapasitas drainase yang ada di kota DKI  Jakarta saat ini belum maksimal untuk menampung aliran air hujan yang curahnya cukup tinggi . Hal itu dikarenakan drainase yang dibangun cukup lama dan belum semuanya direhabilitasi.

Ditambahkan, kondisi air sungai  Ciliwung saat itu kata Basuki masih 50 cm dibawah drainsenya, seharusnya air hujan dari dari sistem drainase tersebut apabila lancar masih mampu menampung Air sungai .

Disamping itu hambatan lain yakni soal adanya penurunan topologi tanah di Jakarta setiap tahun alami penurunan sehingga ancaman instrusi air laut dan ROB jadi penyebab adanya banjir DKI Jakarta.

Dikatakan, pompa-pompa yang ada di Jakarta sekitar 430 pompa dengan kapasitas 850 m3/dtk itu secara general persiapan sebelum musim hujan kita lakukan pengecekan semuanya siap operasi.

Program kedepan  penanggulangan banjir dari hulu akan  dibangunWaduk Cimahi dan Sukamahi serta pembuatan sudetan dari kali Ciliwung ke KBT (Kanal Banjir Timur).

“Insyaalah pembangunan sudetan tersebut sebelum musim hujan depan atau Nopember 2015 sudah dapat diselesikan”ungkap Basuki.Sedangkan pembangunan Waduk Ciawi tahun ini baru akan dilakukan pembangunan jalan akses masuk untuk pembebasan tanahnya. (Pusat Komunikasi Publik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here