banner 728x250

Menu Kering MBG 2026 di Bulan Suci Ramadhan Memenuhi Standar 

judul gambar

Transparancy Aceh Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Timur pada bulan suci Ramadan 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) terbaru. Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Aceh Timur menegaskan bahwa mekanisme pembagian menu, standar gizi, hingga pengelolaan anggaran telah mengikuti ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). 25/2/2026

Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar terkait besaran anggaran. Berdasarkan juknis terbaru Nomor 401.1, anggaran bahan makanan MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi untuk porsi kecil dan Rp10.000 per porsi untuk porsi besar, bukan Rp15.000 seperti yang sempat dipersepsikan sebagian pihak.

judul gambar

Rincian Anggaran Per Porsi
Untuk porsi kecil (Rp8.000) diperuntukkan bagi:
Balita
PAUD/TK/RA
SD/MI kelas 1–3
Sementara porsi besar (Rp10.000) diberikan kepada:
SD/MI kelas 4–6
SMP dan SMA
Ibu hamil dan ibu menyusui
Selain anggaran bahan makanan, terdapat biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi yang digunakan untuk kebutuhan pendukung seperti listrik, air, gas, internet, insentif tenaga kerja SPPG, kendaraan operasional, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Kemudian, terdapat alokasi Rp2.000 per porsi yang dikategorikan sebagai insentif fasilitas SPPG dari mitra, mencakup sewa atau pembangunan dapur, gudang, mess, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), filtrasi air, hingga peralatan masak modern. Dengan asumsi melayani 3.000 penerima manfaat, nilai fasilitas tersebut setara sekitar Rp6 juta per hari.

Edukasi dan Mekanisme Distribusi Ramadan
Korwil MBG Aceh Timur menjelaskan bahwa jauh sebelum Ramadan, pihaknya telah melakukan edukasi kepada kepala SPPG dan ahli gizi terkait mekanisme pendistribusian menu berbuka.

“Menu yang diberikan saat Ramadan berupa menu kering yang aman dikonsumsi saat berbuka puasa. Kami mendorong penggunaan produk UMKM lokal agar ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Distribusi dilakukan dengan sistem rapelan dua kali dalam seminggu:

Senin untuk Selasa–Rabu
Kamis untuk Jumat–Sabtu

Langkah ini dilakukan agar makanan tetap layak konsumsi dan efisien dalam distribusi.
Standar Gizi: Karbohidrat hingga Kalsium
Menu MBG di Aceh Timur dipastikan memenuhi unsur gizi utama, yaitu:

Karbohidrat (roti gandum/produk UMKM)
Protein (telur, tempe, tahu, abon)
Lemak sehat (kacang-kacangan/tempe)
Serat (buah-buahan)
Kalsium (susu UHT/plain tanpa rasa)
Korwil juga menegaskan bahwa penggunaan susu rasa coklat atau stroberi tidak dianjurkan karena kandungan gula yang tinggi. Susu yang disarankan adalah susu UHT atau susu plain tanpa tambahan perasa, dan pemberiannya cukup satu hingga dua kali dalam seminggu sesuai arahan BGN.

“Nilai gizi setiap menu sudah dihitung oleh ahli gizi dan disesuaikan dengan anggaran. Jika masih ditemukan kekurangan di lapangan, kami siap melakukan evaluasi dan edukasi ulang kepada SPPG,” tegasnya.

Komitmen Perbaikan dan Dukungan Program
Korwil MBG Aceh Timur juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Ia memastikan evaluasi terus dilakukan agar kualitas menu semakin baik dan sesuai standar.

“Kami sangat mendukung program MBG ini agar berjalan maksimal. Harapan kami, menu yang diberikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga disukai anak-anak serta ibu hamil dan menyusui,” tutupnya.

Dengan penerapan standar anggaran yang transparan, pengawasan gizi oleh tenaga ahli, serta pemberdayaan UMKM lokal, pelaksanaan MBG di Aceh Timur diharapkan menjadi contoh distribusi pangan bergizi yang efektif selama Ramadan 2026. (SR)

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *