Home NASIONAL Meski Jokowi Sidak, Aparatnya Belum Kapok Juga

Meski Jokowi Sidak, Aparatnya Belum Kapok Juga

206
0

Jakarta, Transparancy.com – Pengamat Kebijakan Publik, Andrinof Chaniago, mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo harus melakukan kunjungan dadakan untuk mengetahui kinerja bawahannya atau perangkat kerja daerah. Menurutnya, efek blusukan Jokowi belum menimbulkan efek jera.“Lebik Jokowi terus melakukan kunjungan dadakan dan memonitor kinerja mereka,” Menurutnya, membuat para aparatur sipil Pemprov DKI bergerak dengan inisiatif dan responsif terhadap situasi adalah tantangan terberat Jokowi. Namun, kata Andrinof, sebagian dari mereka berada sebagai masalah daripada solusi. “Karena perilaku ini sudah jadi budaya yang mendarah daging puluhan tahun,” ujarnya.
Untuk itu, kata Andrinof, dengan Jokowi terus melakukan kunjungan mendadak, masyarakat jadi tahu sikap mental dan kemampuan para aparatur sipil Pemprov. “Ya paling tidak masyarakat tahu kemampuan aparat tersebut,” ujar dia.

Adapun Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo, mengatakan efek blusukan Jokowi hanya beberapa saat diterapkan oleh perangkat kerja daerah atau bawahannya. Menurutnya, perilaku PNS yang suka terlambat dan tak tepat waktu hingga mangkir dari tugasnya sudah kebiasaan lama. “Karena memang sudah menahun dan lama, jadi ya begitu, sepekan saja ada efek blusukan Jokowi, setelah itu kembali ke perilaku biasanya,” kata Agus.
Agus menyarankan, pemerintah DKI harus memberikan sanksi keras melalui Wali Kota sebagai Kepala Daerah. “Karena tidak mungkin setiap hari Jokowi ngider, nanti dia tidak bisa kerja,” ujarnya. “jadi harus memberikan ultimatum kepada Walikota agar bawahannya dapat berjalan.”
Menurutnya, tidak ada cara lain selain mengawasi dan memberikan sanksi. “Ya memang warga kita kalau tidak diawasi tidak kerja, ini tidak ada cara lain. Wali Kota harus mengawasi dan memberikan sanksi agar ada efek jera,” kata dia.

Pada Senin pagi, 3 Februari 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Jokowi, sapaan akrabnya, yang tiba pada pukul 8.13 WIB hanya menemui beberapa orang petugas. Loket pelayanan yang tampak sepi dari pengunjung, hanya berisi 2-3 orang petugas. Jokowi kemudian menuju ruang staf di belakang loket. Lagi-lagi ia mendapati ruang sepi. Lebih banyak kubikel kosong daripada yang terisi petugas.

Sebelumnya, pada 18 Oktober 2013, Jokowi juga melakukan sidak ke Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Ia mengecek proses pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Namun, di ruang Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan, Jokowi mendapatkan kursi yang masih kosong dan Kepala Suku Dinas KUMKMP tidak ada ditempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here