Home BERITA TERBARU Monitoring di Pusat Perbelanjaan, Wali Kota Tegaskan Akan Terus Melakukan Pemantauan Pelaksanaan...

Monitoring di Pusat Perbelanjaan, Wali Kota Tegaskan Akan Terus Melakukan Pemantauan Pelaksanaan Protap Pencegahan Covid-19

138
0

CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Memasuki tahap kedua PSBB di Kota Cirebon yang dimulai hari ini hingga dua minggu ke depan, terpantau sejumlah pusat perbelanjaan mulai buka dan terlihat dengan melakukan prosedur tetap (protap) pencegahan penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan PSBB tahap kedua ini dilakukan dengan relaksasi, yaitu pusat perbelanjaan dan mall yang ada di Kota Cirebon boleh buka dengan syarat tetap melaksanakan protap pencegahan penyebaran Covid-19 yang langsung dimonitoring oleh Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis, Rabu (20/5/2020).

Monitoring dilakukan di beberapa tempat, antara lain di Cirebon Superblok (CSB) Jalan Cipto Mangunkusumo, Yogya Junction Jalan Kartini dan Yogya Grand yang ada di Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Di ketiga pusat perbelanjaan yang dikunjungi Wali Kota, terlihat protap pencegahan penyebaran Covid-19 telah dilakukan, mulai dari physical distancing, mencuci tangan sebelum masuk, mengukur suhu serta melakukan pembatasan pengunjung yang masuk ke dalam mall.

“Yang buka semuanya mampu mengendalikan pengunjung,” ungkap Azis. Mulai dari cara masuk yang antri, cara bayar di kasir yang juga diatur termasuk semua juga menggunakan masker, baik karyawan maupun pengunjung yang datang. Menurut Azis, pemantauan hari pertama relaksasi PSBB di bidang perekonomian berjalan dengan baik.

“Jangan sampai keadaan yang sudah terkendali ini hanya terjadi di hari pertama saja,’ tegas Azis. Namun harus terus dilakukan selama vaksin Covid-19 belum ditemukan. Untuk itu, Azis menegaskan tim mereka akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan protap pencegahan penyebaran Covid-19 di pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Kota Cirebon.

“Kalau hari kedua dan ketiga tidak bisa, berarti mereka tidak sungguh-sungguh,” tegas Azis. Untuk itu, Pemda Kota Cirebon tidak segan untuk menyegel pusat perbelanjaan tersebut sesuai dengan surat perjanjian yang sebelumnya sudah mereka tandatangani. “Kesungguhan ini jangan hari pertama saja, tapi harus seterusnya,” tegas Azis.

Sementara itu Nia Kurniawati, Store Manager Yogya Grand Cirebon menjelaskan jika sebelum masuk ke dalam mall mereka telah melakukan pembatasan. “Kami juga menyiapkan tempat duduk bagi pengunjung untuk antri,” ungkap Nia.

Tidak hanya itu mereka juga membatasi pengunjung di setiap lantai. Bagi yang akan membeli produk fashion diberikan kalung yang bertuliskan fashion. Ini berarti mereka hanya berada di lantai yang menjual produk-produk fashion. Jika ingin ke supermarket, mereka akan dikalungkan tanda bertuliskan supermarket yang berarti pengunjung hanya boleh berada di lantai 3.

Jika pengunjung dari fashion ingin membeli barang di areal supermarket, maka mereka harus mengantri kembali. “Ini merupakan upaya kami untuk mengontrol jumlah pengunjung,” ungkap Nia.

Penulis: Yudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here