Home NASIONAL Moratorium Untuk Bereskan Pemahaman, Ahok: Reklamasi Jakarta Lanjut

Moratorium Untuk Bereskan Pemahaman, Ahok: Reklamasi Jakarta Lanjut

188
0
Foto : Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab wartawan mengenai reklamasi Jakarta, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (27/4) sore.

Jakarta, Mediatransparancy.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok mengatakan, moratorium reklamasi yang diputuskan pemerintah selama 6 (enam) bulan dimaksudkan untuk membereskan pemahaman-pemahaman yang bertabrakan di antara sejumlah instansi pemerintah. Namun ia menegaskan, reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta akan tetap dilanjutkan.

“Reklamasi semua lanjut,” kata Ahok kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas membahas National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau pembangunan nasional coastal untuk ibukota yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4) sore.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan, rapat terbatas memutuskan pemerintah akan tetap melanjutkan program NCICD atau yang disebut dengan program Garuda Project itu. Melalui program ini, maka reklamasi 17 pulau di kawasan Teluk Jakarta diintegrasikan ke dalam proyek tersebut.

Menurut Seskab, ada 3 (tiga) hal yang menjadi penekanan utama dari rapat terbatas itu. Yang pertama dalam master plan besar yang harus diselesaikan harus secara gamblang menjawab persoalan lingkungan, yaitu hal yang berkaitan dengan biota laut, mangrove, dan lain-lain.

“Jadi yang pertama berkaitan dengan lingkungan,” jelas Pramono.

Yang kedua, tidak boleh ada pelanggaran kaidah-kaidah hukum dan aturan yang berlaku. “Presiden meminta untuk dilakukan sinkronisasi di semua K/L, Lingkungan Hidup, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Perhubungan, Mendagri, Agraria, dan sebagainya agar tidak ada persoalan hukum dikemudian hari,” tegas Pramono.

Yang terakhir, kata Seskab, Presiden menekankan bahwa project ini tidak ada artinya tanpa memberikan manfaat bagi rakyat, terutama adalah para nelayan setempat.(humas Setkab-RI)

Editor : Aloysius Tedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here