banner 728x250

Muara Karta:Hukum Harus Dijadikan Panglima Tertinggi Bukan Dijadikan Alat Politik

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comAnggota Dewan Pembina Persatuan Advokad Indonesia ( Peradi ), Muara Karta Simatupang SH MH, dengan keras menolak hukum dijadikan sebagai alat berpolitik bagi Partai Politik ,Namun jadikanlah hukum itu sebagai Panglima tertinggi untuk semua sektor di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seluruh warga negara Indonesia harus taat terhadap hukum dan sama kedudukannya dihadapan hukum,tidak ada pengecualian, Baik itu terhadap anggota Peradi sendiri atau Pengurus Partai, Ormas, ataupun Pejabat Negara sekalipun dan seluruh golongan Masyarakat tidak dikecualikan,harus lah sama kedudukan nya dihadapan hukum,tidak ada yg kebal hukum.

judul gambar

Muara Karta yang juga Praktisi hukum itu menegaskan, keprihatinannya terhadap dua Menteri yang menjalani proses hukum lantaran tertangkap Operasi Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT, KPK). Menteri yang ditangkap tersebut yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Sosial. Bukan hanya Menteri saja yang terkena Korupsi atau melakukan perbuatan tercela,Advokad juga banyak yang tersandung proses hukum karena kasus2 Pidana.

Anggaran yang dikorupsi Kementerian Sosial itu seharusnya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun oleh Menterinya dan para pembantu menteri serta para tersangka lain nya malah menyalah gunakan kekuasaan nya untuk keperluan pribadi atau kelompok mereka sendiri,ini sudah sangat  keterlaluan dan sudah diluar prikemanusian,krn masyarakat banyak yg menderita serta susah hidup nya akibat PHK ataupun semua kegiatan ekonomi lumpuh total akibat pandemi covid 19,dimana penderitaan masyarakat Dunia khusus nya Indonesia yg sdh berlangsung hampir 1 tahun lama nya,kok tega teganya Menteri Sosial menyunat anggaran Bansos dimaksud,oleh karena nya saya sebagai anggota masyarakat serta sebagai praktisi hukum,meminta kepada pemerintah dalam hal ini para penegak hukum,agar menjatuhkan hukuman seberat berat nya kepada sdr Menteri Sosial J Batubara,

Dalam hal ini juga “hukum harus ditegakkan dan dijadikan sebagai panglima tertinggi dalam menjalankan pemerintahan,penegakan hukum tidak boleh dijalankan setengah hati dalam bentuk kejahatan apa pun. Tidak boleh tebang pilih dalam memberikan hukuman terhadap pelaku yang mencuri uang negara,Serta tidak boleh ada diintervensi dari pihak mana sekalipun baik Partai Politik atau Pejabat Pemerintah kata Muara Karta dengan tegas disaat acara  pengukuhan dirinya sebagai anggota pengurus Dewan Pembina Peradi di Gedung Graha Slipi Jalan S. Parman Jakarta Barat, 21/12/2020.

Masyarakat menginginkan, bagi para Koruptor supaya dihukum yang seberat beratnya, dimiskinkan, disita suluruh harta hartanya untuk membuat jera kepada pejabat lain nya yang punya niat akan melakukan Korupsi,justru yang selama ini terjadi kan tidak demikian,karena para koruptor sudah tau hukuman yang akan dijatuhkan, paling paling diberikan hukuman hanya tiga tahun saja, tapi hartanya telah disembunyikan dan disimpan ,sehingga inilah yg membuat pejabat lain tidak takut utk melakukan korupsi, bahkan terjun kepolitik serta akan berlindung didalam Partai Politik nya.

Anehnya, “ada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEA) beberapa waktu lalu,bahwa para Koruptor juga diberikan remisi atau pengurangan masa hukuman, ini kan sudah tidak benar ,sebab sudah merampok uang rakyat lalu dihukum ringan ,eh malah masih mendapat remisi pula ….Sebagai Praktisi Hukum saya meminta kepada Pemerintah untuk segera merubah atau merevisi Undang Undang Tindak Pidana Korupsi tersebut agar supaya para Koruptor dihukum yang seberat beratnya bila perlu dihukum mati “ ujarnya.

Peradi akan memberikan pengarahan pengarahan dan sosialisasi terhadap semua masyarakat serta kepada seluruh anggota Peradi ,supaya bagaimana caranya untuk menekan dan memberantas Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara, “Semua kejahatan kejahatan yang terjadi tidak akan terjadi lagi jika penegakan hukum dileksanakan dengan baik dan benar “ujarnya.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *