Home Berita Terbaru Oknum CITATA CAKUNG Raup Keuntungan dari ‘SEGEL’ Bangunan ?

Oknum CITATA CAKUNG Raup Keuntungan dari ‘SEGEL’ Bangunan ?

60
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Maraknya “SEGEL” untuk bangunan-bangunan yang didirikan tidak berizin banyak ditemukan di wilayah Pulo Gebang Kecamatan Cakung Jakarta Timur, yang diduga segel tersebut seperti sengaja disebar oknum Citata Kecamatan Cakung.

Bangunan dengan izin Rumah Tinggal dijadikan home industry (furniture, mebeler) yang berlokasi di Jalan Rawa Kuning Pulo Gebang Jakarta Timur.dok-red

Pasalnya, hal ini hanya bentuk seperti formalitas atau kamuflase untuk siap melakukan koordinasi suap menyuap ‘under table’ antar oknum Cipta Karya dan Tata ruang (Citata) bersama pemilik bangunan NON IMB, sehingga meski terpampang SEGEL tapi kegiatan proses pengerjaan bangunan terus berlangsung dengan aman dan nyaman.

Seperti ada beberapa yang diketahui pemilik bangunan di Jalan Rawa Kuning Pulo Gebang bernama Wahyu berdomisili Slipi via sambungan telepon, sempat menyebutkan nama staff Kecamatan Citata yaitu (AK) dan (Ww) untuk ‘biaya’ koordinasinya, sementara yang juga diduga sebagai pem-backup lapangan disebutkan bernama Suradi.

Adapun temuan data yang telah di investigasi, telah di temukan bangunan-bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah tepatnya terletak di Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan posisi samping Indomaret Rawa Kuning dan bangunan 2 lantai tanpa IMB milik Kimin, di Jalan Raya Pulo Gebang pada, Selasa (3/12/2019) siang.

Seorang Mandor yang dipanggil ‘Pakde’ yang ditemui tim investigator dan media, yakni YH, NR, ZR, RM, dalam hal ini mandor tersebut mengatakan bahwa tidak bermasalah dan dikerjakan saja, karena hanya sebagai pekerja atau kuli bangunan. Kuat dugaan karena sudah dilakukan koordinasi dengan oknum Citata tanpa membuat izin terlebih dahulu.

Dilokasi tampak terdapat bangunan toko sekitar 6 unit yang sudah disegel tanpa IMB akan tetapi terpantau tetap berjalan proses pembangunan gedungnya tersebut. Serta ada juga bangunan rumah tinggal yang dijadikan home industry (mebeuler, furniture) .

Hal ini sangat ironis, padahal menurut rujukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 128 Tahun 2012, juncto 1 Tahun 2014, segala bentuk kegiatan baik berupa renovasi kecil, besar, perbaikan, penambahan lantai, maupun pembangunan baru juga perubahan tampak hrs dimulai dgn izin terlebih dahulu.

“Maka kami akan laporkan oknum tersebut ke badan kepegawaian untuk langsung melihat kinerja mereka yang tidak dilaksanakan. Dan seringnya kami datang ke ruangan CITATA kantor Kecamatan Cakung Kota Administratif Jakarta Timur ruang kerja SELALU KOSONG dan dalam KEADAAN GELAP, dengan lampu ruangan selalu dimatikan. Oknum-oknum tersebut memang sengaja menghindari wartawan dan LSM, dan ada dugaan ‘Main mata’ dengan bertemu pemilik diluar kantor dengan janjian terlebih dahulu, diduga melalui SP (Surat Panggilan) yang memancing para pemilik akhirnya datang menemui oknum-oknum yang menyalah-gunakan jabatan untuk kepentingan pribadi tersebut,” ujar Pengamat Estetika Kota, Rommo Kos.

“Selain itu, artinya yang bersangkutan tidak menjalankan tupoksi sehingga mengarah kepada tindakan gratifikasi. Dan hal ini jelas sangat merugikan negara terutama Pemerintah daerah, pelanggaran kode etik serta masuk pada tindak pidana Korupsi (Tipikor),” tegasnya.

Kami akan segera, lanjut Rommo akan menindaklanjuti hal tersebut. “Kita akan sampaikan surat dari lembaga KPK Nusantara dan berita media kami kepada Gubernur DKI Jakarta, DPRD, dan Kepala Dinas, Bapak Heru beserta Bapak Widodo, selaku Kasudin CITATA Jakarta Timur agar segera menindak bangunan-bangunan tersebut,” ujar Rommo.

“Lalu mendorong atau soundingkan bilamana ada rekomtek ke satpol PP, yang sepertinya mereka juga diduga kurang respek ataupun NON Aktif bekerja karena membiarkan bangunan bermasalah berjalan. Diduga, sudah ada permainan jatah setor (upeti) diantara jaringan link tersebut,” paparnya.

Sinergitas lembaga KPK NUSANTARA dengan media RADAR X-nya, mediatransparancy.com, dan Media online lainnya yg selalu eksis dilapangan bersama Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia, juga Perwakilan DPW DKI Perisai Berkarya, juga media cetak Koran harian Sederhana, dan koran Sentana, siap berkolaborasi untuk membawa surat tersebut hingga dilaksanakan pembongkaran kepada bangunan-bangunan bermasalah tersebut.

Editor : MT4
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here