Home HUKUM Oknum Pegawai BNN Pengedar Narkoba Berbelit-belit Memberikan Keterangan Saat Diperiksa Majelis Hakim...

Oknum Pegawai BNN Pengedar Narkoba Berbelit-belit Memberikan Keterangan Saat Diperiksa Majelis Hakim PN Jakut

452
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Tiga terdakwa yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, terkesan mempersulit jalannya persidangan saat diperiksa sebagai saksi sesama terdakwa (mahkota) dan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) 11/06.

Terdakwa bernama Marko, Spil bagian Intelijen, Abdul Muim anggota Polri bagian Intelijen dan terdakwa Sumanto anggota Polri bagian Penindakan di Badan Narkotika Nasional (BNN), harus berurusan dengan hukum atas dugaan memiliki, menjual dan mengedarkan Narkotika tanpa ijin.

Sebanyak 3.780 gram atau hampir 4 Kg Shabu Shabu yang diamankan Satuan Narkoba Polda Metro Jaya dari ketiga terdakwa, diduga merupakan barang bukti hasil kejahatan yang disita BNN dan dijual lagi oleh terdakwa.

Majelis hakim pimpinan Dodong, Ponto dan Sarwono, berulang kali mengingatkan para terdakwa supaya jujur memberikan keterangan dari mana asal Shabu ribuan gram itu didapat.

Marko yang lebih dulu ditangkap Satuan Narkoba Polda Metro Jaya di Apartemen Green Like, Danau Sunter, Jakarta Utara sekitar bulan Oktober 2019, di kamar Marko ditemukan barang bukti Shabu Shabu ribuan gram.

Setelah pengembangan penyidikan hingga ke Apartemen Kalibata City yang di sewa Sumanto, total Shabu yang ditemukan hampir 4 Kg.

Sesuai pengakuan Marko dalam persidangan ternyata Shabu tersebut didapat dari anggota BNN terdakwa Sumanto sebanyak 3.780 gram dan dari Abdul Muin 200 gram.

Ironis, terdakwa Sumanto dan Abdul Muim bungkam seribu bahasa saat ditanya hakim asal Shabu tersebut, hingga hakim Dodong mengatakan, ” hak terdakwa memberikan keterangan yang tidak benar, tapi penilaian hakim yang menentukan”, ujarnya saat memeriksa sesama terdakwa (saksi mahkota) sekaligus pemeriksaan terdakwa, 11/06.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa penuntut umum Theodora Marpaung disebutkan, keterlibatan antara ketiga terdakwa sebagaimana dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), adanya transferan uang dari terdakwa Marko ke rekening Sumanto dan rekening isterinya terdakwa Abdul Muim. Bukti transaksi rekening koran antara ketiga terdakwa anggota BNN itu mencapai milliaran rupiah.

Selain itu, adanya bukti print out chathingan sesama terdakwa, menggunakan kata kata sandi membicarakan barang Shabu. Chat itu melalui HP masing masing dan bukti rekening transferan uang hasil kejahatan jual Shabu.

Menurut keterangan Marko dalam persidangan, bahwa transferan uang berulang kali dari dirinya ke rekening Sumanto dan isteri Abdul Muim. Dinana uang tersebut merupakan pembayaran Shabu Shabu yang sudah diterima Marko. Anehnya, Sumanto dan Abdul Muin membantah dan mengatakan “uang itu merupakan pinjaman dari Marko dan bisnis judi online”, kata Sumanto dihadapan majelis hakim.

Bahkan ketiga terdakwa sempat mau mengalihkan perkara Shabu tersebut ke seseorang bernama Timor yang tidak ada dalam BAP. Bahkan para terdakwa ingin mengalihkan perbuatannya sebagai pengedar menjadi pemakai. Sebab dalam persidangan Para terdakwa mengakui sering bahkan hampir tiap hari menggunakan Shabu Shabu baik di Apartemen, di kosan dan juga dalam mobil. Semua tersedia peralatan pengguna Bong ada di mobil kata Sumanto.

Namun jaksa Theodora membentak terdakwa Marko, knapa kamu menyebut nyebut nama seseorang yang tidak ada dalam berkas perkara. “Saya minta kamu jujur, ini persidangan tak perlu takut. Kamu di lindungi dan didampibgi penasihat hukum mu”, kata jaksa karena ada indikasi Marko diancam terdakwa Sumanto dan Abdul Muin.

Mendengar penjelasan jaksa terdakwa Marko mengungkap semua asal Shabu tersebut didapat dari Sumanto dan Abdul Muin.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here