banner 728x250

Omnibus Law Diduga Korbankan Anak Dibawah Umur

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.com – Fatir Syahru Ramadhan Saimima, 14 tahun, Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Sawangan Depok, Sejak 23 Oktober 2020 lalu hingga berita ini diturunkan masih ditahan di Polda Metro Jaya dengan status tahanan titipan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Fatir ditangkap oleh petugas terkait aksi unjuk rasa pada tanggal 08 Oktober 2020 di Jakarta. Oleh penyidik, Fatir Syahri Ramadhan yang masih berumur 14 tahun tersebut disangkakan Pasal berlapis, Yakni Pasal 170 KUHP, 214 subsider pasal 212 KUH Pidana, Pasal 211, 216 ayat (1), 218 dan atau Pasal 358 ayat (1) Jo. Pasal 55,56 KUH Pidana dan Pasal 160 KUH Pidana yang ancamanya diatas 5 tahun.

judul gambar

Saat ini Senin 16/11/20 perkara pidana yang mendera Fatir Syahri Ramadhan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Menurut keterangan Fatir, Padahal anak itu saat unjuk rasa berlangsung sedang berada dirumah dan tidak ikut demo.

Fatir diamankan oleh Jatanras Polda Metro Jaya di rumahnya di Pengasinan Sawangan Kota Depok pada hari Kamis 22 Oktober 2020 dini hari sekitar pukul 02.00 Wib. Saat melakukan penangkapan terhadap Fatir, Anggota Jatanras Polda Metro Jaya, tanpa surat perintah penangkapan dan penahanan untuk keluarga. Alasannya gara-gara dianggap sebagai salah satu admin peserta unjuk rasa yang ditemukan di dalam ponsel miliknya.

Achmad Saimima, ayah Fatir yang kesehariannya bekerja sebagai Marbot kebersihan masjid mengadukan peristiwa naas yang menimpa anaknya tersebut kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan menerangkan bahwa anaknya belum mengerti apa apa hanya gemar bermain handphone saat pandemi ini terlebih lagi sedang belajar online.

Achmad Saimima kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia menjelaskan sangat khawatir akan kejiwaan anaknya yang akan terganggu dan berharap kepedulian dari pihak terkait menyangkut nasib anaknya secara manusiawi.

Eka Sumanja, SH. Penasehat Hukum Fatir Syahru Ramadhan Saimima

Kepada wartawan, Eka Sumanja, SH., dan Encep Sanusi, SH selaku Penasehat Hukum Fatir Syahru Ramadhan Saimima, yang mendampingi keluarga Fatir melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mengatakan, seharusnya pemerintah lebih bijaksana dan arif dalam melihat persoalan ini, Terlebih lagi ananda Fatir ini kan masih dibawah umur, masih pelajar dan belum cakap Hukum.

Lanjut menurut Eka, seharusnya pihak pihak penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan) lebih elok jika menerapkan Restorative Justice hal ini sejalan dengan Pasal 40 ayat (1) tentang Konvensi Hak Anak (KHA) dan bukan melalui peradilan umum layaknya Penjahat.

mengingat anak tersebut masih berstatus sebagai pelajar aktif, yang dalam waktu dekat ini akan mengikuti ujian sekolah sebagaimana surat keterangan Kepala MTs Salafiyah Sawangan tertanggal 11 November 2020, Pada tanggal tersebut juga kami telah mengajukan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan secara resmi tertulis kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Surat permohonan sudah kami kirim, Namun Hingga saat ini belum ada respon positif dari Pihak Kejaksaan, Kami berharap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dapat mendorong pihak pihak terkait agar anak tersebut mendapatkan keadilan serta mendapatkan Hak dasar berupa Pendidikan sebagaimana amanat Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD.” ujar Eka Sumanja SH.

Menyikapi perkara yang dialami oleh Fatir Syahru Ramadhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang masih dibawah umur, Hisar Sihotang. Ketua Umum Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) turut angkat bicara.

Kapada wartawan, Ketum Gracia mengatakan. “Fatir Syahru Ramadhan Saimima adalah aset Bangsa, Oleh karena itu, seharusnya Fatir Dilindungi. Bukanya malah di Kriminalisasi yang menempatkan anak tersebut ke Penjara dan stigmatisasi terhadap kedudukan anak sebagai Narapidana.”ujar Hisar Sihotang.

Seharusnya pihak kepolisian maupun Kejaksaan lebih Objektif dalam melihat suatu perkara, Terlebih saat mencari dan menjadikan seseorang terkait aksi unjuk rasa 08 Oktober 2020 kemarin. Ketum Gracia juga mengatakan, jika akan menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam aksi unjuk rasa kemarin, Seharusnya jangan mengorbankan anak yang masih di bawah umur.” ujar Hisar.

“Jika ingin mengembangkan kasus Terkait Aksi Demo 08 Oktober 2020 yang lalu, Cari dan tangkap aktor intelektual nya dong.. jangan menumbalkan anak dibawah umur, Saya yakin Fatir Syahru Ramadhan Saimima bukanlah aktor intelektual dalam aksi itu. Fatir hanyalah segelintir orang yang jadikan tumbal demi prestasi.

(Nhd/Red)

 

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *