banner 728x250

Organisasi Buruh FSPMI Demo Minta Hakim PN Jakut Bebaskan Terdakwa Anwar Bessy Kasus Pengrusakan

  • Share

MEDIATRANSPARANCY – Demo di jalan Gajah Mada, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir,Jakarta Pusat, di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, (PN Jakut) meminta majelis hakim yang menyidangkan terdakwa Anwar Bessy di bebaskan dari segala tuntutan hukum.

Pendemo kurang lebih 150 orang itu, mengatasnamakan dirinya organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Menurut mereka, Anwar yang terlibat kasus pengrusakan itu, diminta supaya Pengadilan Negeri Jakarta Utara berlaku adil terhadap Anwar Bessy dari proses hukum yang didakwakan jaksa.

judul gambar

Anwar Bessy alias Ambon, diseret jaksa ke persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dengan tuduhan melakukan, memaksa orang lain melakukan, menyuruh melakukan atau membiarkan melakukan kekerasan atau memakai ancaman kekerasan terhadap orang itu maupun orang lain.
Aksinya dilakukan pada 08 Mei 2020, di kantor PT. Indomarco Prismatama, (Perusahaan Indomaret group) berlokasi jalan Barat VII, dan Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Menurut jaksa penuntut umum Iskandar Zulkarnain menyebutkan, kejadian itu berawal dari pembahasan tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) para karyawan tahun 2020, antara pihak perusahaan yang diwakili Tania Ramansyah selaku DC manager perusahaan PT. Indomarco Prismatama dengan beberapa karyawan termasuk terdakwa Anwar Bessy.

Dalam dakwaan jaksa, pembahasan terkait THR para karyawan itu, terdakwa meminta THR bagi karyawan yang sudah bekerja 5 hingga 7 tahun THR nya 1,5 bulan gaji, dan yang bekerja dari 7 tahun keatas THR nya 2 bulan gaji. Namun pembahasan tersebut tidak terealisasi sehingga dari managemen menunda pembahasan hingga tanggal 11 Mei 2021.

Karena pembahasan tertunda maka terdakwa keluar dan masuk kantor sembari mengatakan saudara ini membicarakan peraturan, namun dia sendiri tidak menjalankan aturan itu sendiri. Dengan emosional terdakwa merusak gibsum partisi menggunakan sikut tangan kanannya hingga mengalami kerusakan, kata Jakarta BB

Sidang yang dipimpin majelis hakim Rudi K, itu masih tahap proses menunggu pembacaan putusan sela atas dakwaan, eksepsi dan tanggapan.

Menyikapi adanya demo di depan gedung pengadilan yang menggunakan pengeras suara, menurut Humas Pengadilan Jakarta Utara, Djumyanto SH MH, mengatakan, tentang demo yang mengganggu jalan tentu bukan otoritas dan kewenangan Pengadilan. Kalau soal demo karena dilakukan di luar halaman pengadilan dan pemberitahuannya juga telah menyebutkan berapa lama mereka demo, maka kembali kepada pihak Kepolisian untuk menyikapinya, ujar humas 25/5/2021.

Sementara penasehat hukum terdakwa Anwar Bessy, meminta majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari tuntutan jaksa. Terskawa merupakan anggota SFPMI, sehingga temannya datang memberikan suport terhadap terdakwa. “Demo hanya untuk memberikan suport kepada terdakwa Anwar, supaya tidak terulang kembali ulah para pengusaha yang sesukanya terhadap karyawannya”.

Ini kan karena pembahasan THR ditempat kerja terdakwa PT. Indomarco Prismatama, adanya pengurangan pemberian THR, sehingga terdakwa mungkin tidak tidak mau dan menyenggol partisi gibsum pemisah kantor, dengan siku tangan kanannya dan mengakibatkan kerusaka sekitar 20 cm, lalu pihak perusahaan langsung mempidanakan terdakwa.

“Kami berharap kepada majelis supaya jernih melihat materi perkara yang diemban terdakwa Anwar Bessy, sebab terdakwa hanya untuk mempertahankan negosiasi THR karyawan dan merasa tersinggung atas ulah perusahaan yang mengurangi pemberian THR pada tahun 2020 tersebut.

Kerusakan partisi kantor yang diakibatkan siku tangan kanan terdakwa tidak seharusnya disidangkan dalam perkara ini. Sebab kerusakan yang dibuat terdakwa hanya sedikit saja dan bukan kerena kesengajaan, sehingga tidak layak diperkarakan”, kata Amri Amizar SH, penasehat hukum terdakwa dilokasi demo.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *