Home HUKUM ORMAS FORUM BETAWI REMPUG (FBR) MENGAWAL PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN EKO DI PENGADILAN...

ORMAS FORUM BETAWI REMPUG (FBR) MENGAWAL PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN EKO DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA UTARA

324
0
Jalannya persidangan kasus pembunuhan anggota FBR di PN Jakarta Utara.

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum, dan Indonesia adalah negara hukum. Itulah amanat konstitusi sebagaimana yang tertera dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945. Sebagai sebuah negara hukum idealnya kekuasaan yang menjalankan pemerintahan harus berdasarkan pada hukum, tunduk pada kedaulatan hukum dan bertujuan untuk menjalankan ketertiban hukum demi terwujudnya suatu kehidupan yang damai, aman dan tentram.

“Indonesia adalah negara hukum, fakta membuktikan bahwa upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang damai, aman dan tentram di Indonesia belum dapat berjalan sebagaimana mestinya akibat lemahnya penegakan hukum.” Ungkap Rudy S. Wakil Ketua Korwil FBR Jakarta Utara.

Kamis, 30 April 2015 Pengadilan Negeri Jakarta Utara membuka sidang pertama kasus pembunuhan anggota FBR (Eko) oleh sekelompok oknum security salah satu perusahaan dipelabuhan tanjung priok, sehingga gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara dipenuhi berkisar ±500 anggota FBR yang antusias mengawal persidangan tersebut agar proses berjalannya hukum berdiri setegak-tegaknya.

Puluhan Anggota Ormas FBR didalam ruang sidang memberikan support kepada hakim agar tegas dalam keputusannya.
Puluhan Anggota Ormas FBR didalam ruang sidang memberikan support kepada hakim agar tegas dalam keputusannya.

“Kami disini bersama anggota yang hadir di persidangan bukan untuk membuat kegaduhan, kericuhan ataupun membuat aksi balas dendam. Karna kami tunduk kepada hukum dan menghormati institusi penegak hukum. Kami disini hanya mengawal proses berjalannya persidangan agar hukum terus berdiri setegak-tegaknya, dan tersangka terjerat seberat-beratnya demi keadilan hukum begitu terasa bagi semua pihak” tutur Wakil Ketua Korwil FBR Jakarta Utara tambahnya.
Namun, karena dari beberapa saksi belum bisa hadir maka hakim memutuskan penundaan persidangan sampai hari kamis, 7 Mei 2015. “Dengan keputusan hakim untuk menunda persidangan tersebut, maka kami akan terus mengawal dan mengerahkan massa anggota FBR lebih banyak dari hari sebelumnya untuk memonitoring proses persidangan sampai tersangka terjerat hukuman seberat-beratnya atas hilangnya nyawa anggota kami” tambahnya. (Azis Legawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here