banner 728x250

Pandemi Covid-19 Masih Mengganas Pencari Keadilan Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Menumpuk

  • Share

Jakarta,mediaatransparancy.com –Disaat Pandemi Corona Virus Desease Ninetine (Covid-19) yang masih mengganas penyebarannya, pencari keadilan atau para pihak yang berperkara terlihat menumpuk di lima Pengadilan Negeri wilayah DKI Jakarta khususnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sosial Distancing (jaga jarak) di kursi ruang tunggu yang disediakan pihak Pengadilan, nampaknya tidak cukup menampung para pihak yang berperkara. Pihak Pengadilan selalu menghimbau dan memberikan sosialisasi berulang kali lewat pengeras ruara agar para pengunjung persidangan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan.
Gugus tugas penanggulangan Covid-19 unit Pengadilan telah menyediakan tes suhu di pintu masuk Pengadilan, sementara di ruang tunggu Pengadilan di kamar kecil dan di areal parkir disediakan beberapa botol sabun dan air pencuci tangan serta cairan Han Sanitizer.

judul gambar

Sebagaimana pantauan Mediatransparancy.com Selasa 15/12/2020, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, terlihat pengunjung sidang atau para pihak yang berperkara hampir tidak ada lagi jarak tempat duduk yang kosong. Demikian juga kursi tunggu yang sudah ditandai Lakban penuh.

Setiap hari Selasa dan Kamis sebagai jadwal sidang perdata di PN Jakut, pengunjung sidang atau pihak berperkara terlihat penuh dan terkesan tidak mengindahkan protokol penanganan Covid-19. Pada saat menunggu antrian sidang, dengan keadaan terpaksa para pihak berdiri dan duduk di kursi yang sudah ada. Menggunakan tempat apa adanya, karena pihak Pengadilan sudah berupaya menyediakan ruangan dan tetap melaksanakan protokol Kesehatan.

Sejumlah pengunjung sidang atau pihak yang berperkara, saat diminta tanggapannya terkait kerumunan massa tersebut mengatakan, “pihak Pengadilan tidak tepat waktu menyidangkan berkas perkara sehingga para pihak terlalu lama menunggu persidangan dan otomatis terjadi penumpukan, ucapnya salah seorang pihak berperkara yang tidak mau disebutkan jati dirinya tersebut.

Menyikapi kerumunan saat menunggu giliran sidang, Humas PN Jakarta Utara, DJuyamto SH MH, mengatakan, ” Solusi mengurangi penumpukan pengunjung sidang atau para pihak berperkara sudah ada disiapkan pihak Pengadilan. Contohnya saja dulu tidak ada kursi buat penunggu sidang, namun sekarang sudah ditambah. Sidang sekarang sudah dibagi jadwal harinya, yakni pada hari Senin dan hari Rabu khusus sidang pidana dan pada hari Selasa dan hari Kamis khusus Perdata.

Penumpukan pengunjung sidang yang biasanya terjadi di lantai tiga disebabkan
ruang sidang di lantai tiga cuma ada tiga ruangan, sementara berkas perkara gugatan banyak. Sidang mesti antri karena sidang cerai misalnya tidak boleh orang di dalam ruangan sidang.

Demikian juga menyangkut kondisi dan kapasitas gedung Pengadilan yang tidak bertambah, sedangkan perkara bertambah. Sementara, “untuk mengurangi kerumunan pengunjung sidang pihak Pengadilan tidak mungkin melarang orang atau membatasi para pihak yang datang ke Pengadilan, sebab jika dilarang atau dibatasi nanti jadi masalah juga”, ujarnya.

Oleh karena itu, pihak Pengadilan berharap kesadaran pengunjung sidang supaya pelaksanaan protokoler covid-19 tetap dijalankan. Dengan keadaan gedung Pengadilan apa adanya, pengunjung sidang supaya selalu memakai Masker, cuci tangan, periksa suhu serta kursi diruang tunggu ditandai lakban agar jaga jarak”, ucapnya 15/12/2020.

Menurut DJuyamto, para hakim sudah datang jam 8.00 Wib di Pengadilan Jakarta Utara sesuai batas absen, tapi ada banyak kerjaan juga yang menjadi tanggung jawab seperti periksa berita acara, tanda tangani putusan, mediasi, kadang dipanggil rapat oleh pimpinan. Kalau pun ada para pihak yang datang bersidang jam 09.30 apakah hakim hanya sidang untuk satu perkara, kan banyak perkara sehingga memang harus antri seperti yang mereka alami.

“Selain itu melihat kapasitas perkara yang banyak tapi majelisnya sedikit tidak mungkin sidang jikalau majelisnya tidak cukup anggota, karena akan menimbulkan masalah, sehingga pihak Pengadilan selalu berupaya mencari solusi dan tindakan atas penumpukan pengunjung sidang.”ucapnya.

Penulis : P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *