SIGLI, TRANSPARANSI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sigli membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandiriannya melalui gelaran Panen Raya pada hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia pemasyarakatan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional.
Kepala Rutan Kelas IIB Sigli, Abdul Hamid, S.Sos., terjun langsung memimpin jalannya panen raya ini didampingi oleh pejabat struktural dan petugas pembinaan. Beliau menyampaikan bahwa hasil panen ini merupakan buah dari proses pembinaan berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan di lingkungan Rutan yang dikelola secara produktif oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam sambutannya, Abdul Hamid memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para warga binaan yang telah tekun mengikuti bimbingan teknis di bidang pertanian.
“Panen raya ini bukan sekadar tentang hasil bumi, melainkan simbol keberhasilan transformasi warga binaan. Kita ingin mereka memiliki keahlian nyata. Melalui Program Ketahanan Pangan ini, Rutan Sigli berupaya mencetak insan yang mandiri dan produktif,” ujar Abdul Hamid, S.Sos.
Dalam kegiatan kali ini, lahan produktif yang dikelola oleh tangan dingin para warga binaan berhasil memproduksi berbagai macam komoditas pangan. Jenis sayuran yang dipanen meliputi:
Terong: Menghasilkan buah yang segar dan berkualitas tinggi.
Sawi: Tumbuh subur berkat perawatan rutin dan pemupukan yang tepat.
Tauge: Hasil budidaya mandiri bersama peserta magang kemnaker yang menjadi bagian dari diversifikasi pangan di dalam Rutan.
kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan dari Kejaksaan Negeri Pidie dan Subdenpom IM 1-3 Sigli. Kehadiran instansi lintas sektoral ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang dijalankan di dalam rutan.
“Kehadiran rekan-rekan Forkopimda hari ini adalah bentuk sinergi dalam mendukung pembinaan warga binaan agar lebih produktif,” ujar Abdul Hamid di sela-sela panen terong, sawi, dan tauge.















