Home BERITA TERBARU PANGLIMA TNI: PERSONEL PENERANGAN TNI DITUNTUT LEBIH PROFESIONAL DAN MODERN

PANGLIMA TNI: PERSONEL PENERANGAN TNI DITUNTUT LEBIH PROFESIONAL DAN MODERN

290
0
Kasum TNI foto bersama jajaran Penerangan TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. FOTO/Dok Puspen TNI.

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok, personel jajaran Penerangan TNI dituntut untuk bekerja secara profesional dan modern dilandasi jiwa ksatria yang militan serta menjunjung tinggi loyalitas. Personel jajaran Penerangan TNI sebagai ujung tombak dalam transformasi informasi dituntut juga untuk mampu bersinergi dengan sesama Komunitas Penerangan instansi penerangan lain.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P melalui amanat yang dibacakan Kasum TNI  Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Penerangan (Rakornispen) TNI tahun 2018 yang diikuti 112 peserta jajaran Penerangan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di Aula Gatot Subroto MabesTNI, Cilangkap, Jawa timur, Rabu (28/2/2018).

Tema yang diusung pada Rakornispen TNI tahun 2018 adalah “Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal, Profesional Dan Modern, Satuan Penerangan TNI Siap Melaksanakan Publikasi Informasi Dalam Rangka Meningkatkan Citra Positif TNI”.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Penerangan TNI telah melaksanakan tugas dan fungsinya mendesiminasi informasi kepada masyarakat sehingga  citra maupun kredibilitas TNI sangat baik dibanding lembaga lain. “Jajaran Penerangan TNI adalah penjuru terdepan dalam mempublikasikan kegiatan dan kinerja TNI,” ucapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan, bahwa jajaran penerangan harus mengambil porsi memainkan perannya mempublikasikan prestasi dan kinerja prajurit TNI, karena hal ini akan berdampak pada pembentukan opini positif publik terhadap pengabdian TNI.  “Peran dan fungsi jajaran Penerangan TNI dalam mempublikasikan kinerja satuan TNI menjadi salah satu penilaian publik bahwa Institusi TNI menjadi yang paling dipercaya dan rakyat tetap mencintai TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, bahwa saat ini perkembangan teknologi informasi telah melahirkan platform baru komunikasi dalam dunia maya melalui media sosial yang bergerak begitu cepat dan viral, sehingga mampu membangun atau meruntuhkan suatu bangsa.  “Media sosial menjadi medan pertempuran baru bagi sekelompok orang untuk mencapai tujuannya. Oleh sebab itu, pejabat Penerangan TNI harus mengikuti, memahami, dan mengolah informasi yang berkembang di media sosial agar dapat  memenangkan opini publik,” jelasnya.

Menurut Panglima TNI, bahwa penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan bahkan munculnya radikalisme. Sebagai  bagian dari kekuatan TNI, lanjut Panglima TNI, personel Penerangan TNI harus memenuhi kebutuhan informasi  komunitas media onlie dan medai sosial.

“Dengan menjangkau komunitas online dan menguasai media sosial, kita dapat membangun opini publik dan mengeliminir pengaruh negatif yang dapat menurunkan citra TNI di masyarakat,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan, beberapa hal terkait dengan tugas Penerangan TNI, diantaranya : Pertama, tingkatkan sinergitas dan soliditas Satuan Penerangan TNI di dalam melaksanakan tugas guna mendukung Tugas Pokok TNI.  Kedua, jajaran Penerangan TNI jangan ketinggalan informasi, agar tidak terlambat dalam bertindak serta tingkatkan terus komitmen untuk mengembangkan diri sebagai sumber informasi yang terpercaya dan dapat diandalkan. Ketiga, pejabat Penerangan TNI harus menguasai media sosial agar dapat membangun opini publik dan mengeliminir pengaruh negatif yang dapat menurunkan citra positif TNI di masyarakat. (ES265)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here