banner 728x250

Pantai Utara Jawa Tengah di Ambang “Bencana Ekologis,” KAWALI: Sabuk Hijau Jadi Benteng Terakhir

judul gambar

JAKARTA, MediaTransparancy.com | Syareza Palepi kepala Departemen Program dan Kampanye Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) menyerukan peringatan keras terkait kondisi kritis Pulau Jawa yang tengah menghadapi ancaman krisis ekologis serius akibat pembangunan dan pergeseran fungsi yang tidak terkendali.

Sebagai respons nyata, KAWALI sudah menginisiasi salah satu kegiatan pemulihan pesisir di Kabupaten Pemalang- Jateng sebagai langkah mendesak untuk menyelamatkan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman tenggelam permanen di wilayah Pesisir Pemalang.

judul gambar

Pulau Jawa kini tidak sedang baik-baik saja. Masifnya pembangunan infrastruktur dan industri yang mengabaikan daya dukung lingkungan telah memperparah dampak langsung perubahan iklim (climate change). Dampak ini terlihat nyata di sepanjang pesisir utara, di mana ancaman banjir rob dan abrasi air laut semakin mengganas, menggerus daratan, dan menenggelamkan pemukiman warga.

KAWALI menyoroti bahwa salah satu penyebab utama percepatan kerusakan ini adalah krisis “Sabuk Hijau” (Green Belt). Hutan mangrove dan vegetasi pantai yang seharusnya menjadi benteng alami penahan ombak dan penyerap karbon, kini terancam hilang akibat alih fungsi lahan.

Syahreza Pahlevi, Kepala Departemen Program dan Kampanye KAWALI Indonesia Lestari, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi ditangani dengan wacana semata.

“Kita sedang berpacu dengan waktu. Pesisir utara Jawa, khususnya di Pemalang, adalah saksi nyata bagaimana krisis iklim dan kesalahan tata kelola lingkungan berkolaborasi menciptakan bencana. Jika sabuk hijau pesisir tidak segera dipulihkan, kita sedang berjalan menuju ‘kiamat ekologis’ di mana pesisir Jawa saat ini akan hilang dari peta akibat abrasi dan rob yang tak terbendung.” ujarnya.

Sebagai solusi konkret, Dewan Pimpinan Nasional bersama DPD KAWALI Pemalang menjadikan Kabupaten Pemalang sebagai titik fokus awal pemulihan ekosistem pesisir. Kegiatan ini meliputi restorasi sabuk hijau melalui penanaman kembali vegetasi pantai yang tepat guna dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak hanya mencegah degradasi pesisir yang kian mengkhawatirkan, tetapi juga memitigasi dampak perubahan iklim secara lebih luas.

Andi Siswanto ketua DPD Pemalang menyampaikan Inisiatif di Pemalang ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di sepanjang Pantura. KAWALI mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa pemulihan sabuk hijau bukan sekadar aksi lingkungan, melainkan upaya pertahanan hidup (survival) bagi jutaan penduduk di pesisir utara Jawa.

“Mencegah kiamat ekologis masih sangat mungkin dilakukan jika kita bergerak sekarang. Pemulihan sabuk hijau di Pemalang adalah langkah awal untuk merebut kembali pesisir kita dari ancaman kepunahan,” pungkas Andi.

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *