banner 728x250

Pariwisata Indonesia Di tengah pandemi covid-19 yang masih berlanjut

  • Share

TRANSPARANCY, Sejak datangnya pandemi banyak usaha yang jatuh tidak pariwisata saja, pandemi ini juga telah merubah segala kebiasaan masyarakat. Pariwisata merupakan salah satu yang merasakan langsung dampaknya, pandemi ini memberikan dampak negatif karena wisatawan tidak bisa lagi berkunjung karrena setiap destina membatasi pengunjung agar tidak berkerumunan demi mengurangi penyebaran covid19. Sebelum datangnya pandemi ini sektor pariwisata merupakan peluang yang sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi indonesia. Sejak covid19 datang pemerintah indonesia telah mengluarkan kebijakan mengantisipasi penyebaran virus ini penerbangan juga ditutup, jumlah wisatawan anjlok pariwisata sangat merasa terpukul karena datangnya pandemi ini dan memukul habis perekonomian di indonesia. Industri pariwisata sangat mengeluh karena kehilangan pendapatan tempat-tempat wisata sunyi, hotel-hotel juga tidak ada yang datang untuk menginap bahkan banyak yang sudah tutup. Namun meningkatnya kasus covid19 ini dinilai menjadi tantangan dan pemulihan untuk sektor pariwisata Indonesia sendiri.

Untuk mempertahan pariwisata di indonesia ada langkah-langkah yang telah disiapkan untuk dijalankan segera demi memulih kembali pariwisata harus mampu menjangkau pelaku-pelaku industri pariwisata secara merata. Yang pertama yaitu Put the People First yaitu mengutamakan kesehatan dan kebersihan agar wisatawan yang berkunjung merasa aman dan tidak ada kekhawatiran, protokol kesehatan harus dijaga ketat pada setiap hotel ataupun sebuah destinasi. Selain itu, harus juga menyediakan kelengkapan protokol kesehatan diri bagi wisatawan dan para karyawan yang bekerja. Misalnya masker, hand sanitizer, dan tempat untuk mencuci tangan yang kedua disediakan sabun. Ditambah dengan fasilitas kesehatan pelengkap lainnya seperti thermal detector dan rapid test kit. Selanjutnya yaitu keselamatan dan keamanan bagi wisatawan.

judul gambar

Selain protokol kesehatan ada tindak lanjut dari protokol kesehatan di kawasan wisata adalah program CHS. Program Cleanliness, Health, and Safety dibuat Kemenparekraf untuk inisitatif adaptasi kondisi ne normal pada sektor pariwisata. CHS ini diterapkan untuk meningkatkan kepercayaan para pengunjung kepada destinasi pariwisata Indonesia selama pandemi Covid-19 masih ada. Penerapan CHS akan terus dilakukan setiap destinasi wisata dengan mengacu pada protokol kesehatan, konsep pembangunan kepariwisataan berkelanjutan, dan sapta pesona yang merupakan jiwa pariwisata Indonesia.

Program CHS tersebut kemudian dikembangkan menjadi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sertifikasi CHSE merupakan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Sertifikasi CHSE ini bersifat gratis dan merupakan bagian dari program stimulus Kemenparekraf untuk mendukung keberlangsungan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Penulis : Marini Yunita Mahasiswi Pascasarjana STP Trisakti Jakarta.

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *