Home BERITA TERBARU Pekerjaan Bendungan Sedong TA 2019 Rusak, Pejabat BBWS Sulit Dikonfirmasi

Pekerjaan Bendungan Sedong TA 2019 Rusak, Pejabat BBWS Sulit Dikonfirmasi

147
0

CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Usai penyerahan berita acara pelantikan oleh Pimpinan MPR di gedung Parlemen Jakarta, Minggu (20/10/2019) lalu, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya membeberkan 5 (lima) program kerja atau sejumlah prioritas yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang.

Program-program tersebut terdiri atas:
1. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
2. Pembangunan Infrastruktur.
3. Penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi.
4. Penyederhanaan Birokrasi.
5. Transformasi Ekonomi.

Mengenai pembangunan infrastruktur, Jokowi akan terus melanjutkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung pengembangan perekonomian dan kemudahan aksesibilitas. Sementara terkait transformasi ekonomi, Presiden menyampaikan bahwa negara akan fokus pada upaya transformasi dari ketergantungan sumber daya alam ke daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa.

Kementerian PUPR, Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Petikan tahun 2019 nomor : SP DIPA-033.06.1.020104/2019 tertanggal 05 Desember 2018 mendapat alokasi anggaran Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Cimanuk Cisanggarung sebesar Rp.69.733.210.000,- (enam puluh sembilan milyar tujuh ratus tiga puluh tiga juta dua ratus sepuluh ribu rupiah).

Sementara itu, Bendungan Sedong yang terletak di Desa Karangwuni Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat berada di bawah Kementerian PUPR, Direktorat Sumbar Daya Air yang dalam pelaksanaan pengawasannya di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, mendapat alokasi anggaran untuk Bendungan yang dioperasikan dan dipelihara sebesar Rp.5.342.710.000,- (lima milyar tiga ratus empat puluh dua juta tujuh ratus sepuluh ribu rupiah), dan Embung dan bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara sebesar Rp.6.680.000.000,- (enam milyar enam ratus delapan puluh juta rupiah).

Hasil investigasi mediatransparancy.com, LSM dan beberapa rekan media lainnya di lokasi bendungan sedong, ditemukan adanya kerusakan konstruksi dinding penahan sebelah timur bendungan sepanjang kurang lebih 14 meter dan kerusakan jalan inspeksi. “Setahu saya pembangunan itu dilakukan pada sekitar bulan Juli 2019, tapi kok cepat rusak ya?” ujar salah seorang warga yang sedang mancing dan tidak ingin namanya disebutkan.

Wartawan mediatransparancy.com mendatangi kantor pengelola bendungan sedong yang ada di lokasi, tetapi kantornya tutup, kemudian menghubungi sambungan WhatsApp (WA) salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan (PPK OP) pada BBWS Cimanuk Cisanggarung guna meminta klarifikasi/penjelasan terkait pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan anggaran dimaksud, tetapi hingga berita ini dibuat pejabat yang bersangkutan tidak memberikan klarifikasi/penjelasan dan malah memblokir nomor WA wartawan.

Penulis: Yudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here