Home DAERAH Pelajari Penataan Kota, Pemkot Samarinda Kunjungi Surabaya

Pelajari Penataan Kota, Pemkot Samarinda Kunjungi Surabaya

237
0
Foto : Walikota Samarinda Berikan Kenang-kenangan kpada Walokota Surabaya Tri Rismaharini, Senin(25/4/2016)

Surabaya, Mediatransparancy.com – Implementasi e-Government dan penataan kota membuat institusi pemerintah lain untuk melakukan kunjungan. Salah satunya kunjungan dari Pemerintah Kota Samarinda yang menggali lebih dalam terkait kebersihan kota, pembuatan taman dan penataan PKL

Bertempat di ruang sidang walikota balaikota Surabaya, Senin (25/4), rombongan disambut oleh Tri Rismaharini, walikota Surabaya beserta Forpimda dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Syaharie Jaang, Walikota Samarinda saat menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan mengatakan, banyak keunggulan yang perlu pihaknya pelajari dari Surabaya. Yakni kebersihan kota dan keindahan taman, peran dan kontribusi CSR di Surabaya.

Walikota Samarinda menambahkan, pihaknya juga ingin mempelajari bagaimana kota Surabaya mendapatkan CSR dari luar negeri. Juga mempelajari langkah ke depan dalam penertiban penggunaan lahan, penyelesaian banjir, penyusunan anggaran, konsep penyelenggaran reformasi birokrasi, penataan pedagang kaki lima dan pengelolaan parkir.

Sementara itu, Tri Rismaharini, walikota Surabaya dalam sambutannya mengatakan, dulu Surabaya gersang. Maka dari itu temperamen masyarakat menjadi keras. Menurutnya, kota yang sejuk dan bersih dapat mengubah temperamen masyarakat. Kini warga di kampung-kampung secara swadaya mengecat kampungnya sendiri. Masih menurut walikota Surabaya, pendekatan perlu dilakukan secara komprehensif.

Terkait penertiban PKL, setiap taman diusahakan ada sentra PKL. Pihaknya bekerja sama dengan muspika untuk melakukan pengamanan di taman. Pihaknya membangun taman di pinggiran dilengkapi dengan lapangan olahraga, terapi batu dan free wifi. Sementara CSR dari luar negeri, perusahaan asing menawarkan secara langsung.

Terkait reformasi birokrasi, pihaknya mengimplementasikan sistem elektronik. Ia mencontohkan sistem gaji berkala tidak perlu mengusulkan, berkas langsung ada di meja. Sementara itu terkait pelayanan perijinan, otorisasi kepala dinas dapat dilakukan secara elektronik untuk mempercepat proses perijinan.(humas Dinkominfo)

Editor : Chris Muryat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here