TOBA, MediaTransparancy.com – Pelaksanaan pengerjaan proyek jalan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen aspal) tahun anggaran 2025 milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang berlokasi di Desa Parparean, Kabupaten Toba, tak ubahnya seperti Martabak Telor.
Bagaimana tidak, pelaksanaan pekerjaan tersebut pada badan jalan tidak ada perekat atau pengunci batu (aspal), sehingga hancur dan rusak.
Amburadulnya pelaksanaan pekerjaan tersebut ditenggarai terjadi akibat beberapa hal, yakni, bobroknya pengawasan yang dilakukan Dinas PUPR Toba dan dugaan terjadinya kongkalikong antara pengawas dengan rekanan.
Hal tersebut disampaikan Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang kepada MediaTransparancy.com, Rabu (14/1).
“Pelaksanaan pekerjaan tersebut sangat jauh dari baik, alias buruk. Tak ubahnya seperti Martabak Telor, hancur,” ujarnya.
Hisar mengatakan, bahwa Dinas PUTR Kabupaten Toba tidak melaksanakan fungsinya secara baik dan benar.
“Kita berbicara sesuai logika saja ya. Jika Dinas PUTR Kabupaten Toba melakukan pengawasan dengan baik, hasilnya pasti baik. Sebaliknya, jika pengawasannya bobrok, hasilnya seperti yang terlihat beberapa waktu belakangan ini,” ungkapnya.
Disebutkannya, pihaknya menduga ada persekongkolan dalam pelaksanaan tersebut.
“Kita mensinyalir ada persekongkolan antara pengawas dengan pihak rekanan, yang mengakibatkan tidak adanya pengawasan secara maksimal,” katnya.
Hisar menambahkan, namun karena ketahuan oleh publik, proyek acakadul tersebut akhirnya dilakukan perbaikan.
“Tapi karena belang mereka ketahuan oleh publik sehingga dilakukan perbaikan,” terangnya.
Akan tetapi, dengan adanya perbaikan jalan yang rusak tersebut, Hisar menilai bahwa ada upaya untuk perbuatan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari ketentuan.
“Dengan adanya perbaikan kerusakan jalan sama sekali tidaak menghilangkan dugaan adanya upaya atau niatan jahat.
” Perbaikan jalan yang rusak yersebut tidak serta merta menghilangkan jejak kalau pengawasan Dinas PUTR Kabupaten Toba buruk,” paparnya.
Untuk itu, pihaaknya meminta agar Bupati Toba melakukan evaluasi kepada para pejabat Dinas PUTR Kabupaten Toba.
“Kita minta masalah ini agar diusut tuntas dan dilakukan evaluasi, sehingga kedepan tidak ada pekerjaan amburadul akibat ketidakmampuan pengawasan atau akibat persekongkolan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gurnianto Simangunsong yang dikonfirmasi MediaTransparancy.com hingga beberapa kali lebih memilih cuek.
Berbeda dengan Plt Kadis PUTR Kabupaten Toba, Bupati Toba, Effendi Napitupulu yang dimintai komentarnya langsung tanggap dengan mengirimkan dokumentasi perbaikan proyek jalan tersebut.
Dan ketika disinggung mengenai sikap cuek Plt Kadis PUTR Kabupaten Toba, Bupati Toba pun mengirimkan permintaan maaf.
“Mohon maaf amang kalau kurang komunikatif anggota saya. Saya akan tegur dan ingatkan. Terima kasih,” sebutnya.
Berselang beberapa saat kemudian, Plt Kadis PUTR Kabupaten Toba pun mengirimkan dokumentasi perbaikan pekerjaan jalan yang rusak tersebut.
Penulis: Redaksi















