Home NASIONAL Pelaku Penggelapan Pajak Sama Dengan Koruptor

Pelaku Penggelapan Pajak Sama Dengan Koruptor

211
0
Hisar Sihotang
Hisar Sihotang, Ketua LSM Lintas Rakyat

Jakarta, MediaTransparancy.com – Pajak merupakan potongan atas pendapatan penghasilan yang wajib dikenakan pada setiap wajib pajak. Dengan pajak, Negara mendapat sumber pendapatan yang berguna bagi pembiayaan pembangunan seperti: pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, perkantoran pemerintah serta segala sarana prasarana lainnya.

Pada kenyataannya, banyak pelaku wajib pajak yang telah bertahun-tahun berusaha di negeri ini tetapi tidak melakukan pelaporan pajak. Para pengusaha pelabuhan, yang bergerak dibidang pengangkutan disinyalir sengaja tidak melakukan pelaporan pajak. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kegiatan yang telah membuat para pengusaha pengangkutan memiliki rekening gendut, bertambahnya asset serta adanya transaksi pemasukan perusahaan, tetapi pada saat pengecekan pada kantor pajak, laporannya nihil.

Hisar Sihotang, Ketua Umum LSM Lintas Rakyat menandaskan, “Ini merupakan kelalaian dari jajaran direktorat Pajak ! Bertahun-tahun para pengusaha ini memakai pelabuhan bahkan mengotori laut Indonesia dengan polusi bahan bakar serta oli kapal laut, cari duit sebanyak-banyaknya, tapi saat kami minta cek ke kantor pajak, kok laporannya nihil ! Pelaku penggelapan pajak sama saja dengan koruptor. Merugikan keuangan Negara !” Hisar mengatakan bahwa cukup beralasan bagi LSM Lintas Rakyat untuk mengawasi kinerja pemungut cukai.

Hisar menyatakan bahwa LSM Lintas Rakyat ingin membantu menambah sumber pendapatan Negara dari sektor pajak.

Dari beberapa laporan yang diterima dari masyarakat kepada LSM Lintas Rakyat, lalu dilakukan pengecekan melalui NPWP di Kantor Pajak Pratama, laporannya nihil. “Sengaja maupun tidak disengaja, ini adalah kelalaian yang merugikan Negara”, tegas Hisar. Adanya penggelapan pajak jelas mengurangi sumber pendapatan negara. Petugas Pajak seharusnya mampu melakukan inventarisasi perusahaan-perusahaan, melakukan kontrol serta himbauan kepada seluruh perusahaan yang ada di wilayah kerjanya.

Saat dilakukan konfirmasi, Agung dari Kantor Pajak Pratama Koja mengatakan sangat apresiasi bila ada LSM yang mau membantu melaporkan. Agung mengatakan bahwa seringkali KKP Koja melakukan himbauan kepada perusahaan di wilayah kerjanya. Tetapi perusahaan tersebut tidak peduli, bahkan terkesan menutup-nutupi posisi arus-kas perusahaannya. Agung mengeluhkan bahkan saat melayangkan surat himbauan, ada perusahaan yang tidak segan-segan untuk sengaja menghambat kinerjanya. Pengusaha yang ngotot tidak mengakui transaksinya, bahkan sampai mengikuti dan menunggui rumahnya. Agung menilai, para pengusaha menilai para petugas Pajak adalah orang-orang usil yang mau tahu urusan dapur perusahaan orang. Agung juga meminta agar masyarakat lebih peduli pajak. Saat ini Direktorat Pajak mengajukan permintaan agar Direktorat Pajak ditingkatkan menjadi sebuah lembaga Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here