banner 728x250

Pembangunan Sumur Resapan di Jaksel Asal Jadi

  • Share

JAKARTA MEDIA TRANSPARANCY – Untuk mengatasi permasalahan banjir yang setiap musim penghujan selalu menghantui warga Jakarta, Pemrov DKI telah melakukan berbagai langkah dan upaya yang diyakini mampu mengatasi persoalan banjir, salah satunya membangun sumur resapan.

Ditengah kontroversi yang timbul, hingga saat ini Pemprov DKI telah berhasil membangun ribuan sumur resapan diseluruh wilayah DKI Jakarta.

judul gambar

Namun dari berbagai kontroversi yang muncul terkait efektif atau tidaknya sumur resapan dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta, serta pembangunan sumur resapan diatas trotoar, satu hal yang terlupakan dari masyarakat Jakarta maupun Pemprov DKI adalah, proses pembangunan sumur resapan yang dinilai kurang maksimal.

Data yang diperoleh Media Transparancy, ditemukan banyak sumur resapan yang dibuat tidak sesuai yang diharapkan

Salah satu contoh, pembuatan sumur resapan di Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Durian Raya.

Proses pengerjaan puluhan titik sumur resapan yang tersebar disepanjang Jalan Durian, Kecamatan Jagakarsa tersebut terlihat tidak menggunakan logo Proyek Dinas SDA DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, ditemukan juga sumur resapan yang tidak rata dengan jalan raya, bahkan menimbulkan lubang yang disinyalir akan menimbulkan bahaya kepada para pengguna jalan.

Salah seorang warga Jalan Durian, Kecamatan Jagakarsa yang ditemui Media Transparancy mengemukakan, bahwa pembuatan sumur resapan dilokasi tersebut terkesan asal jadi.

“Ada sumur resapan yang sama sekali tidak memperhatikan keselamatan pengendara motor, dimana sumur resapan yang dibuat berada dibawah aspal, sehingga menimbulkan lubang yang dapat membahayakan pengendara motor,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan bagi para pengguna motor yang melintasi jalan tersebut pihaknya terpaksa meletakkan pot bunga disamping sumur resapan.

“Kita terpaksa buat pot bunga disitu mas, agar pengendara motor tidak jatuh,” ungkapnya.

Selain itu, ditemukan juga sumur resapan dimana lubang bekas galiannya tidak ditutup rapat dan dibiarkan menganga.

Ketua LSM Gracia, Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya seputar pembuatan sumur resapan diwilayah Jakarta Selatan tersebut mengungkapkan, bahwa Dinas SDA sepertinya hanya ingin kejar target.

“Dari apa yang kita lihat, Dinas SDA DKI sepertinya hanya ingin mengejar target pembangunan sumur resapan dan mengabaikan kualitas,” ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan sumur resapan diwilayah Jagakarsa adalah salah satu bukti buruk pengerjaan sumur resapan di DKI.

“Sumur resapan Jalan Durian, Jagakarsa adalah salah satu contoh buruknya pengerjaan sumur resapan di DKI,” tukasnya.

Pejabat DKI Kompak Bungkam

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Yusmada Faisal yang dikonfirmasi terkait kondisi sumur resapan yang menjadi kebanggaan Pemprov DKI untuk menaggulangi banjir di wilayah Jakarta tersebut tidak bersedia berkomentar.

Hal yang sama juga dipertontonkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas SDA DKI, Dudi Gardesi, Kepala Bidang (Kabid) Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI, Ahmad Saiful, Kasudin SDA Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mustajab.

Tidak hanya itu, Walikota Jakarta Selatan, Mujirin, Wakil Walikota Jaksel, Isnawa Adji hanya membaca konfirmasi yang disampaikan Media Transparancy, tapi tidak ada respon. Anggiat

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *