banner 728x250

Pembina LSM-GRACIA Paul Manjo Sinaga, SE. Desak Kejari Samosir Monitoring Dana Desa

  • Share
Foto: Paul Manjo Sinaga (Pembina LSM GRACIA Jakarta) didampingi Lamhot Ludovukus Simanjorang (Perwakilan LSM GRACIA Samosir) melakukan audiensi silaturahmi dengan Kejari Samosir, Adika, SH., terkait berbagai hal. Salah satunya adalah tentang Penyaluran Dana-Desa. (Dok-MT)

MEDIA TRANSPARANCY – “Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Samosir, sudah harus sesegera mungkin melakukan upaya monitoring terhadap penggunaan Dana Desa (DD) yang ada di wilayah hukumnya,” ujar Paul Manjo Sinaga terkait resume hasil monitoring kunjungannya selama hampir satu bulan ke wilayah Samosir. Hal ini dinyatakannya tatkala awak media ini sengaja meminta pendapatnya terkait hasil kunjungannya ke Samosir tersebut.  “Kalau ini tidak dilakukan, saya khawatir penyaluran dana-dana Desa yang tidak sesuai ketentuan akan marak di tiap Desa,” lanjut Pembina Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Cinta Indonesia (LSM-GRACIA) ini.

Dari catatan Media Transparancy bahwa adanya desakan dari Paul Manjo Sinaga itu, terkait dari adanya MoU (Memorandum of Understanding) antara Kementerian Desa PPTT dengan Kejaksaan Agung RI. Penandatanganan MoU itu sendiri dilakukan antara Jaksa Agung M Prasetyo dan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo itu digelar di kompleks Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2018).

judul gambar

Bahwa menurut Paul Manjo Sinaga, desakan untuk melakukan monitoring terhadap penggunaan Dana Desa, sudah pernah disampaikannya semasa Kajari Samosir dijabat oleh Budi Herman. Ketika itu, sebagaimana yang disamaikan oleh Paul Manjo Sinaga, Budi Herman berjanji akan memanggil para Kepala Desa dengan berkoodinasi kepada para Camat untuk membicarakan terkait penyaluran dana desa tersebut.

Tetapai sangat disayangkan, sampai berakhirnya masa jabatan Budi Herman, Paul Manjo Sinaga tidak melihat perealisasian janji tersebut. Dan audiensi dengan Kajari Samosir, yang dilakukan oleh mantan Pemimpin Umum dan pemimpin Redaksi “Barita Si_3” tersebut adalah menagih hal yang sama: Melakukan monitoring atas penggunaan Dana Desa di Samosir. Dan terhadap ini, Kejari Samosir Adika SH., berjanji akan menindak lanjutinya.

“Desakan untuk melakukan monitoring ini kita lakukan, sehubungan dari beberapa temuan yang didapat bahwa ada Dana Desa dialokasikan tidak sesuai ketentuan,” ujar Paul Manjo Sinaga, seraya menyebutkan satu temuan tentang adanya dana desa dialokasikan kepada satu BUMDes, sementara di desa tersebut belum ada Bumdes.

BACA JUGA !!

https://www.mediatransparancy.com/tipikor-diminta-periksa-ketua-bumdes-di-samosir/

https://www.mediatransparancy.com/pabrik-pellet-di-harian-sudah-3-tahun-mangkrak-penghamburan-uang-negara/

Selain soal Dana Desa, satu topik lain yang dibicarakan adalah tentang temuan adanya pembangunan sarana dan prasarana sebuah Pabrik Pellet dengan menggunakan dana APBN. Sampai kini pabrik tersebut belum juga beroperasi.  Padahal, sesuai temuan dilapamgan, anggaran untuk itu sudah dikucurkan sejak tahun 2017. Tentang ini, Kejari Samosir mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian, dia mengaku akan mencari tahu tentang informasi pembangunan Pabrik Pellet ini.

“Khusus temuan Pabrik Pellet yang mangkrak ini, saya sudah minta kepada Badan Pengurus LSM-GRACIA agar menyurati dan menyampaikan temuan tersebut kepada pihak Kejari Samosir,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Penulis: HS/MT
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *