Home HUKUM Pemerintah Didesak Kaji Ulang Eksekusi Mati Terpidana Wanita

Pemerintah Didesak Kaji Ulang Eksekusi Mati Terpidana Wanita

265
0

Jakarta, Mediatransparancy.com – Pemerintah diminta untuk mengkaji ulang vonis mati bagi terpidana narkotika perempuan. Sebab pada banyak kasus narkotik, perempuan sebenarnya justru menjadi korban yang kerap dijebak oleh para mafia barang haram baik dalam maupun luar negeri.

Menyikapi permasalahan ini, dosen hukum dan masyarakat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia Tien Handayani Nafi mengatakan sindikat narkotika sering menggunakan kelemahan perempuan untuk menjebak mereka ke dalam peredaran narkotik.

“Banyak perempuan rentan dijadikan sasaran pengedar narkotika. Hal ini semestinya bisa jadi pertimbangan penegak hukum juga saat persidangan,” Jumat (16/1).

Tien mengatakan alih-alih menerapkan hukuman mati, pemerintah bisa memberlakukan hukuman seumur hidup bagi terpidana narkotika perempuan, yang terbukti dipermainkan sebagai alat dalam sindikat narkotik internasional.

Pemimpin Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah mengatakan sindikat biasa menggunakan feminitas untuk memuluskan modus peredaran narkotik.

“Perempuan banyak dikelabui di bandara, dipacari, diperistri untuk kemudian bantu jual narkotika,” ujar dia. Yuniyanti mengatakan semestinya faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan lebih lanjut untuk menetapkan hukuman mati bagi terpidana narkotika perempuan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menjawab pertanyaan publik mengenai eksekusi mati dengan menetapkan jadwal eksekusi atas enam terpidana narkoba. Keenam terpidana tersebut adalah Rani Andriani dari Indonesia, Daniel Enemuo dari Nigeria, Ang Kim Soei dari Belanda, Tran Thi Bich Hanh dari Vietnam, Namona Denis dari Nigeria dan Marco Archer Cardoso Moreira dari Brazil.

Rani menjadi satu-satunya terpidana perempuan yang terjerat perkara narkotik dari Indonesia yang akan menjalani eksekusi mati. Rani divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten karena kedapatan membawa kokain seberat 3.500 gram.

Mengenai eksekusi mati tersebut, Tien mengatakan hal tersebut sudah melalui pertimbangan politis dan hukum. Hanya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang bisa melakukan langkah politis peringanan hukuman atas terpidana perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here